Jumat, 20 Desember 2013

FORMULIR MUTU PELAYANAN KESEHATAN





FORMULIR ISIAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN

Jawablah pertanyaan ini dengan memberikan tanda chek list (Ö ) pada jawaban yang telah disediakan :
Nama Inisial    :
Umur               :
Jenis Kelamin  :

No
Pertanyaan
Ya

Tidak


1
2
3

4

5


6
7

8
9
10

11

12

13

14

15

16

17
18

19
20


Apakah perawat memperkenalkan diri kepada anda ?
Apakah dalam melayani pasien perawat bersikap sopan dan ramah ?
Apakah perawat menjelaskan peraturan atau tata tertib rumah sakit pada waktu pertama kali anda masuk rumah sakit ?
Apakah perawat menjelaskan fasilitas yang tersedia di rumah sakit pada waktu anda masuk rumah sakit ?
Apakah perawat menjelaskan dimana tempat-tempat yang penting untuk kelancaran perawatan (kamar mandi, ruang perawat, tata usaha dan lain-lain) ?
Apakah perawat menjelaskan tujuan perawatan pada pasien ?
Apakah ada perawat atau kepala ruangan yang menunjukkan  kepada pasien tentang perawat yang bertanggung jawab kepada pasien ?
Apakah perawat memperhatikan keluhan pasien ?
Apakah perawat menanggapi keluhan pasien ?
Apakah perawat memberikan keterangan tentang masalah yang dihadapi oleh pasien ?
Apakah perawat memberikan penjelasan sebelum melakukan tindakan keperawatan ?
Apakah perawat meminta persetujuan kepada pasien atau keluarga sebelum melakukan tindakan ?
Apakah perawat menjelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan sebelum melakukan tindakan ?
Apakah perawat menjelaskan risiko atau bahaya suatu tindakan pada pasien sebelum melakukan tindakan ?
Apakah perawat memberikan keterangan atau penjelasan dengan lengkap dan jelas ?
Apakah perawat selalu memantau atau mengobservasi keadaan pasien secara rutin ?
Apakah perawat selalu menjaga kebersihan ruangan perawatan ?
Apakah perawat melakukan tindakan keperawatan dengan terampil dan percaya diri ?
Apakah dalam melakukan tindakan, perawat selalu berhati-hati ?
Apakah setelah melakukan tindakan, perawat selalu menilai kembali keadaan anda ?







PROPOSAL PENELITIAN

PROPOSAL PENELITIAN

I.       Pendahuluan.
1.  Latar Belakang.
…………………dst.
2.  P’rumusan Masalah. hrs mengandung unsur (Q: question-p’tanyaan, S: specific, & S: separated)
ex: B’dsrkan uraian pd lat blkg, penulis m’buat perumusan mslh yi/ “ apakah faktor pendidikan b’pengaruh  thdp ggn  konsep diri klien pasha mastectomy”
3.  Tujuan Penelitian.
a.  Tujuan Umum. sesuai dgn spesifikasi p’mslhn yg akan diteliti
ex; “Penelitian ini b’tujuan u/ m’pelajari faktor2 yg b’pengaruh thdp ggn konsep diri klien pasca mastectoky di Ruang Bedah A RS B”.
b.  Tujuan Khusus. u/ m’identifikasi p’ubahan/hub/p’bedaan antar variabel yg diukur.
ex: “Tujuan khusus dr penelitian ini ad/ u/ m’identifikasi seberapa jauh tkt p’didikan b’pengaruh thdp ggn konsep diri klien pasha mastectomy, dll.
4.  Kegunaan  Penelitian.
Difokuskan pd pe↑kualitas askep dlm upaya m’cegah/mengurangi keadaan klien yg m’buruk, p’  IPTEK, instansi t4 penelitian & p’  profesi kep.
a.  Manfaat bagi Perawat.
ex;
-     dpt m’beri gambaran at/ informasi bg peneliti berikutnya.
-     M’beri msukan bagi prwt pentingnya m’berikan informasi  pre op pd klien …..
b.  Manfaat bagi bagi t4 penelitian.
ex:   Dpt digunakan sbg bhn p’timbangan dlm upaya  mengurangi …..  di …..
5.  Defenisi Konseptual & Operasional.
M’jlskan  semua variabel & istilah yg akan digunakan dlm penelitian scr operasional, shg m’p’mudah p’baca/p’uji  dlm m’artikan makna penelitian.
ex: Informasi preop ad/ semua informasi yg diberikan sblm p’bedahan, yg meliputi : tujuan op, resiko, manfaat, obat yg digunakan, dll.
6.  Kerangka Pikir. b’hub dgn abstarak yg disusun b’dsrkan s/ tema/topik riset. Pd kerangka konsep disajikan alur penelitian, t/u variabel yg digunakan dlm penelitian.
Ex: Pasca mastectomy faktor2 yg m’pengaruhi adaptasi konsep diri.
II.     Metode Penelitian.
1.  Jenis Penelitian. mrpkan wadah m’jawab p’tanyaan penelitian at/ m’uji kesahihan hipotesis.
Mcm jenis penelitian :
a.  Identification u/ m’identifikasi karakteristik dr variabel X.
b.  Description u/ m’jlskan keberadaan dr variabel X. m’gbrkan s/ siklus arah yg jls dari mulai perumusuan mslh, 7an, dan bjektif.
c.  Relationship u/ menentukan /m’identifikasi hub antara variabel X & Y.
d.  Deferencional u/ menentukan p’bedaan antara group 1 & 2 sehub dgn variabel X.
e.  Descriptif eksploratif  m’gbrkan keadaan atau s/ fenomena pd saat ttt.
Ex : “Jenis penelitian yg digunakan ad/ deskriftif eksploratif yi/ u/ m’gbrkan keadan at/ status fenomena pd saat ttt & data yg diperlukan akan dip’o/ b’dsrkan atas perumusan mslh. Metode deskriftif kualitatif dip’gunakan u/ p’carian fakta dgn interpretasi yg tepat shg didptkan gambaran yg sistematis, fakta & akurat.
2.  Variabel Penelitian.
Variabel ad/ karakteristik yg dimiliki o/ subjek (org,  benda, situasi) yg b’beda dgn yg dimiliki o/ klpk tsb.
Variabel ada 3, yi/ :
a.  Var independent var bebas.
b.  Var dependent var t’gantung.
c.  Var pengontrol atau perancu.
Ex  : var bebas : demografi, informasi preop …
         Var t’gtg : ggn konsep diri ….
Mis:
“var penelitian ini mrpkan variabe tunggal, tanpa membuat hub ataupun p’bandingan dgn var lain. Maka yang mjd variabel penelitian ini ad/ ……..”.
3.  Populasi & Sampel.
Populasi slrh subyek at/ data dgn karakteristik ttt yg akan diteliti.
Sampel bag dr populasi yg diteliti.
Sampling s/ proses dlm menyeleksi porsi dr populasi u/ dpt mewakili s/ populasi.
Ex :
Pop : Yg mjd pop dlm penelitian ini ad/ semua klien pasha mastectomy yg dirawat di RS B.
Sampel : Klien pasca mastektomy yg tlh memenuhi kriteria inklusi ……(mis: tlh m’dpt informasi p’bedahan).
Sampling : Stratified random sampling (psn yg tlh b’usia diatas 30 thn, pend t’akhir SLTA, blm pernah dirwt di RS dgn kasus yg sama).
4.  Tehnik Pengumpulan Data.
Pd bgn ini dijlskan scr singkat bgm instrumen penelitian yg digunakan (mis: questionnaire, interview, observasi & pengukuran fisiologis).
Ex : “Instrumen penelitian ini ad/ dgn m’gunakan quetsionner yi/ sejumlah p’tanyaan t’tulis yg digunakan u/ m’p’o/ informasi dr responden dlm arti laporan ttg keg yg dialami. Jenis kuesioner ini mrpkn kuesioner t’tutup ……
5.  Analisa Data.
Sbtkan analisa statistik yg akan digunakan (jika m’gunakan) & sbtkan mcm datanya (mis: kategorikal: nominal & ordinal; numerik: inteval & ratio).
6.  Prosedur Penelitian
a.  Tahap p’siapan dr penentuan judul – uji coba instrumen.
b.  Tahap pelaksanaan penyebaran angket – analisa data.
c.  Tahap akhir penyusunan laporan penelitian & penyajian hsl penelitian.

PROLAPS UTERI

B.     PROLAPS UTERI

1.      Pengertian.
Prolaps uteri adalah turunnya uterus dari tempat yang biasa dan disebut juga desensus uteri.
2.      Etiologi.
* Dasar panggul yang lemah oleh kerusakan dasar panggul pada partus (ruptura perinei atau regangan) atau karena umur yang lanjut.
* Retinaculum uteri lemah (astheni, atau kelainan genital).
* Tekanan abdominal yang meningkat karena ascites, tumor, batuk yang kronis  atau mengejan (obstipasi atau stricur dari tractus urinalis).
* Pada wanita yang belum mempunyai anak, menunjukkan kelemahan bawaan atau kelemahan perkembangan dari jaringan penyambung pelvis.
Terutama terjadi pada orang tua dan pada retroflexio uteri.
Menurut beratnya dapat dibagi tiga tingkat :
-         Prolapsus vaginae (prolaps dinding vagina).
-         Prolaps uteri (portio nampak dalam vulva).
-         Prolapsus totalis, procidentia (corpus uteri terdapat di luar vulva).
a.      Kalau dasar panggul rusak tapi retinaculum uteri kuat maka uterus tetap pada tempatnya tapi dinding vagina menonjol :
Kalau diafragma urogenitalis rusak terjadi cystocele.
Pada rutura terjadi rectocele.
Karena dinding vagina menarik pada portio terjadi elongatio colli.
Akhirnya ligamentum cardinale juga lemah karena diregang.
b.     Kalau retinaculum uteri lemah  (terutama ligamen cardinalis) maka terjadi descensus uteri, mula-mula tanpa prolapsus vaginae. Pada pemeriksaan, dasar panggul cutup kuat.
3.      Gejala.
Prolaps dapat terjadi secara akut dalam hal ini dapat timbul gejala nyeri yang sangat, muntah dan collaps.
Prolaps akut jarang terjadi.
Prolaps yang berangsur-angsur menimbulkan gejala :
-         Perasaan berat diperut bagian bawah.
-         Nyeri dipinggang.
-         Incontinentia urine karena pada cystocole dinding belakang urethra tertarik sehingga faal sphincter kurang sempurna.
-         Kesukaran defecase pada rectocele.
-         Coitus terganggu.
-         Flour albus karena bendungan vena dan kolpitis.
-         Menarrhagi karena bendungan.
-         Infertilitas karena cervicitis.
-         Decubitus.

4.      Klasifikasi.
-          
5.      Diagnosa.
Pada prolapsus yang ringan pasien
6.      Bentuk-bentuk.
7.      Profilaksis.
8.      Therapi.