HYPERBILURINEMIA
A. Hiperbilirubinemia
Konsentrasi billirubin plasma
lebih 2,0 mg % dengan ditandai adanya jaundice
B. Pembentukan dan Metabolisme
Bilirubin
- Billirubin : hasil katabolisme heme yg berasal dari :
-
Hb
-
Mioglobin
-
Enzim
citochrom
-
Katalase
-
Triptofan
pirrolase
- Terutama dari penghancuran Hb yg berasal dari erytrocit, katabolesme 1 gram Hb sehingga 34 mg billirubin
- Katabolisme HEME terjadi di RES sehingga masuk ke sirkulasi darah secara difusi sehingga berkaitan dengan albumin dan hati
- Pada PH 7,4 bilirubin yg tidak terikat dengan albumin sehingga daya larutnya rendah
- Bilirubin yg terikat albumin è tidak dapat melewati Blood brain barrier dan tidak bersifat toxic
- Di dalam sel hati billirubin berikatan dengan protein Y, Protein Z, glutation trans ferase sehingga ditranspor ke Smooth R E untuk konyugasi
Conyugated bilirubin
Intestun dan Bacteria Flora
normal
Urobiline Stercobillin
Feses Berwarna kuning
- Pada BBL
-
Umur
erytrocyt lebih pendek
-
Erytrocyt
lebihtinggi
-
Konyugasi
bilirubin meningkat
-
Plasma
bilirubin meningkat
- Pada prematur :
-
Hepar
belum matur
-
Proses
konyugasi terhambat
-
Bilirubin
uncoyugated meningkat
Intestin Steril lebih tidak
mengalami perubahan
Reabsorbsi
Resirkulasi pd hepar
C. Patofisiologi Heperbilirubin
- Pemecahan Erytrocyt lebih banyak
-
Incompatibility
ABO
-
Incompatibility
rhesus
-
Gangguan
pada deficiency
-
Blood
abnormality
- Altertion in bil. Inc. transp.
-
Low
albumin serum
-
FFA
lebih banyak
-
Staruation
- Alternation in metabolisme
-
Glucoronyl
transferase def
-
Liver
immaturyty
- Alteration bil. Eleminat
-
Breat
Milk
BetaGlucoronidase sehingga
birubin pecah sehingga bentuk yg larut dalam lemak
-
Pengeluaran
meconium lebih dari 12 jam
-
Breat
feedig yg lambat, makan sehingga peristaltik menurun reabsorbsi bilirubin dan
masukan bacteri yg memecahkan billirubin sehingga stercobillin dan urobilin
D. Patomekanisme Hiperbill
- Hiperbill Fisiologis
-
Muncul
setelah 24 jam pd prematur sebelum 48 jam
-
Peak
: 72 jam
-
Serum
billirubin : 6 – 8 mg %
-
Turun
s/ 3 mg % pd hari ke 5
-
Selama
3 hari 2 – 3 mg % turun perlahan s/d
normal pd umur 11 – 12 hari
-
Pd
BBLR / Prematur peak : 120 jam
-
Serum
billirubin 10 mg % ( 10 – 15 ), turun setelah 2 minggu
- Penyebab
-
Destruksi
Eryctrocyt lebih banyak
Produksi bilirubin kurang
lebih 8 mg / kg BB / hari ( 3 x dewasa ) oleh karena :
·
Umur
erytrocyt lebih pendek ( 90 hari )
·
Jumlah
darah BBL lebih banyak kurang lebih 80 ml / kg BB ( dewasa 60 ml )
·
Sumber
bilirubin lain lebih tinggi dari orang dewasa
-
Jumlah
albumin untuk transport bilirubin relatif kurang terutama pada premature
-
Sistem
konyugasi pd hati belum sempurna
-
Flora
usus belum banyak dan meningkatkan aktivitas dekonyugasi enzim glukoronidase
- Hiperbilirubin Non Fisiologis
-
Kreteria
:
·
Icterus
timbul dalam 24 jam pertama kehidupan
·
Serum
bilirubin total tinggi lebih 5 mg % perhari
·
Pada
bayi cukup bulan serum bilirubin total lebih 12 mg %
·
Pada
bayi premature lebih 15 mg %
·
Seruma
bilirubin conyugated lebih 1, 5 – 2 mg %
·
Berlangsung
lebih 1 minggu pd bayi cukup bulan, dan lebih 2 minggu pada bayi premature
E. Faktor yang Mempengaruhi
Heperbilirubin
- Albumin plasma, obat-obatan asam lemak
-
BBL
albumin plasma : 3, gram sehingga mampu mengikat 50 mg bilirubin
Bayi premature albumin plasma
lebih rendah sehingga bilirubin lebih tinggi almbumin memp :
·
Tempat
ikatan primer
·
Tempat
ikatan sekunder ( lebih lemah )
Interaksi bilirubin dengan
albumin sehingga mempertahankan
bilirubin uncoyuga dalam tingkat yg rendah
-
Obat
– obatan tertentu, FFA berkopetitif dengan bilirubin
- Hipoxia, Acidosis
-
Menurunkan
PH sehinga jumlah anion dalam plasma meningkat sehingga menggeser kedudukan
bilirubin dari ikatan albumin
-
Acidosis
sehingga afinitas bilirubin, pd jaringan meningkat
-
Hipoxia
sehingga sel saraf lebih sensitif terhadap silirubin
- Hipoglikemia
Glukosa diperlukan untuk
metabolisme hepar terutama sintesa asam glukoronat
Menurunkan asam glukoronat
sehingga gangguan konyugasi silirubin
- Sepsis, Hemolisis
Bakteri tertentu mengeluarkan
toxin hemolisin sehingga terjadi hemolisis
- Hipotermi
BBL mengatasi hipotermi dgn
meningkat oxidasi glikogen dan FFA sehingga bila berlangsung lama sehingga
terjadi acidosis
- Kejadian perinatal
-
Pemotongan
tali pusat yg terlambat
-
Tindakan
ekstraksi vacum forcef dan partus sungsang sehingga erjadi trauma dan hematom
-
Pemberian
aobat – obatan pd ibu coxytocin sehingga terjadi edema sel membram erithrocyt
bisa pecah
-
Pemberian
breats feeding secara dini sehingga menurunkan billirubin
F. Patomekanisme Kernicterus
- Serum Bilirubin unconyugasi lebih 20 – 25 mg % sehingga terjadi kernicterus
Serum bilirubin unconyugasi
lebih 15 mg % dalam wakru alama
Larut dalam lemak
Menembus membran sel otak (
karena ikterus )
SSP excitasi / depresi
-
Menurunkan
aktivitas
-
Lethargi
-
Irritabiltas
-
Tidak
mau minum
-
Ektensi
dan kaku
-
Extremitas
-
Epistotonus
-
Kejang
– kejang
- Pengaruh bilirubin terhadap Otak
-
Otak
mempunyai afinitas yg tingkat terhadap zat yg bekerja pd respiratori sel
seperti bilirubin
-
Bilirubin
mengganggu proses fosforilaso dalam mitochondria jaringan otak ( menghambat
beberapa enzim NAD – Dependent – Dehidrogenase ) sehingga terjadipembentukan
energi seluler terganggu
-
Bagian
otak yg paling berat mengalami kelainan :
·
Ganglia
basalis
·
Globus
pallidus
·
Putamen
·
Nucleikaudatus
- Nursing Diagnosis
-
Resiko
tinggi kerusakan integritas kulit b/d jaundice, diare
-
Resiuko
tinggi cedera otak b/d tingginya bilirubin indirecf
-
Gangguan
eleminasi bilirubin b/d :
·
Meningkatnya
maturitas hepar
·
Hipoalbuminemia
·
Def
gangguan transferase dll
-
Gangguan
proses keluarga
-
Gangguan
persepsi sensori
- Dasar Management Hiperbilirubin
-
Meningkatnya
proses konyugasi è pemberian phenobarbital
-
Meningkatnya transportasi
unconyugasi bilirubin è pemberian
substrat ( albumin ) 10 mg / kg BB
-
Dekomposisi
bilirubin è
Phototherapy ( lebih 15 mg % )
-
Delusi
è
Transfusi tukar 2 x volume darah bayi
RESPIRATORY DISTRESS SYND
A.
Respiratory Distress
Synd
- Disfusi resp. pd Neonatal yg dihubungkan dgn maturasi paru yg lambat berkembang
Istilah
lain :
è
Idiopathic Resp. Distress Syndrome ( IRDS)
è
Hyaline membrane disease
- Terjadi terutama pd bayi prematur
B.
Patofisiologi
- Prematur lahir dgn paru-paru yg blm matur sehingga terjadi prod. Surfactanct negatif yg menyebabkan tegangan permukaan paru tinggi sehingga penggunaan energi lebih tinggi
Kelelahan
bisa hanya beberapa alveoli yg berkembang sehingga atelectais sehingga terjadi
tahanan vascular paru – paru meningkat shg terjadi hipoperfusi jaringan paru
- Menigkatkan tehanan vascularisasi paru sehingga Blood flow melewati duct. Arteriosus dan foramen ovale
- Hipoperfusi jaringan paru ditambah hipoventilasi è menyebabkan hipoxemia dan hipercapnia
- Hipoxemia sehingga terjadi glikolisis anaerob meningkat yang meyebabkan a. lactac lebih banyak sehingga terjadi metabolic acidosis
- Acidosis menyebabkan Ph menurun sehingga vasocontriksi pembuluh darah sehingga bahan surfactant ke paru menurun
- Hiperfusi menyebabkan jaringan nekrosis :
-
Permialitas kapiler
meningkat
-
Edema paru sehingga
gas menurun exchange
- Jaringan nekrotik ditambah fibrin dari transudasi menyebabkan membran hyline sehingga terjadi Gangguan difusi Gas dan gangguan Complience
C.
Manifestasi Klinis
- RR lebih 60 x / menit
- Retraksi suprasternal / intercostal / substernal
- Dalam beberapa jam sehingga memburuk :
è
RR : lebih 60 – 120 x .
menit
è
Resp. : Gruting
Retraksi makin nyata terutama substrenal
- Suara paru : Fine rales
- Nasal flaring
- Bising jantung, central sianosis setelah 12 – 24 jam membaik/memburuk
- Bayi flaccid dan Unresponsive è apnea
- Jika dlm waktu 96 jam mampu bertahan & bisa membaik tanda & gjl hlg pd akhir mg I
- Data lab. Tidak ada yg spesifik
D.
Management IRDS
- Pertahankan suhu netral untuk meghemat O2
- Tingkatkan F1 O2 melalui assisted vent.
- Mencegah hipotensi dan hipovolemic
- Koreksi acidosis :
-
Resp. Acidosis è
Ass Vent
-
Met. Acidosis è
NaHCO3
- Medical Therapy
-
Arthificial
surfactant atau human surfactant
-
Untuk
profilactic : saat lahir atau 16 – 24
jam setelah lahir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar