MASALAH PADA
SYSTEM INTEGUMEN
Review
System Integumen terdiri dari :
-
Kulit
-
Kuku
-
Rambut
-
Kelenjera Keringat
Bagian yang
terbanyak ( terbesar ) adalah kulit
Setiap inci
kulit mengandung :
-
20 Yard pembuluh darah
-
100 Kulenjar minyak
-
65 Buah Rambut dan otot
-
650 Kelenjar keringat
-
78 Yard saraf dengan rincian :
1.
19.500,- ujung saraf Raba
2.
1.300,- ujung saraf Nyeri
3.
160,- ujung saraf Tekan
4.
78,- ujung saraf Panas
5.
13,- ujung saraf Dingin
Jumlah
seluruhnya kurang lebih 2 juta sel.
Fungsi
Kulit.
1.
Proteksi :
- Epidermis.
-
Keratin mencegah cederah oleh
zat korosit
-
Menghambat Proliferasi
-
Membanru kekuatan mekanik
- Dermis.
-
Menyediakan fibroblast untuk
penyembuhan luka
-
Membentuk kekuatan mekanik
-
Mengandung jaringan kolagen dan
jaringan elastik
-
Mengandung pembuluh darah
limfatik dan pembuluh darah untuk resproduksi imflamasi
- Subcutan.
-
Mecanical shock absorber
2.
Mempertahankan homeostasis
oleh karena epidermis yang kurang permiabel terhadap air dan electrolit
3.
Membantu dalam pengaturan
suhu.
-
Epidermis.
* Mengandung kelenjar keringat Þ Evaporasi.
Reumatik Penyebabnya tidak jelas.
Psoriasi :
-
Lesi yang menguat kepermukaan
-
Merah, kering,ditutupi oleh
potongan-potongan berkerak seperti perak
-
Area yang sering terkena :
Siku, Lutut, Kulit Kepala, Wajah, Bokong.
-
Terjadinya oleh karena sel
bergerak dari lapisan basalis ke statum corneum dalam waktu yang pendek
sehingga terjadi prolefersa yang banyak.
Reaksi
Hipersensitifitas
1.
Reaksi imunologis normal
-
Benda asing banyak kedalam
tubuh, sehingga tubuh memberikan respon inflamasi
-
Benda asing banyak kedalam
tubuh sehingga reaksi selanjutnya berbeda dengan reaksi waktu pertama kali
sehingga mengalami respon imunologis. Misalnya
Molekul kecil
+ Molekul besar
(bukan Ag)
( Protein Tubuh )
![]() |
Complex
ß
Dapat
bertindak
Sebagai
antigen
2.
Tujuan respon imun :
-
Melenyapkan benda asing
3.
Terdapat dua macam.
- Humoral.
-
Dipengaruhi oleh Ig dan jenis
golongan darah
-
L / M + Ag ® Merangsang pembentukan Ig
ß
Antigen lisis
- Seluler
-
Secara langsung oleh Limposit
yang berproliferasi karena masuknya
antigen.
Sifat Respon
Imunologi.
1.
Pengenalan diri
2.
Memelihara
3.
Spesifisitas
Terdapat
beberapa klasifikasi Imunologi
1.
Ig. G 4. Ig. E
2.
Ig. M 5. Ig. D
3.
Ig. A
·
Reaksi Hipersentivitas
Ag + Limfosit / ab terjdi cederah jaringan
sehingga muncul reaksi hipersens
·
Reaksi tipe I (anapilactic)
Ag + Hespes sehingga Ig. E + Mast
sel / basofil sehingga pelepasan
mediator kimia yang menimbulkan :
-
Vasodilatasi
-
Peningkatan permiabilitas
-
Sekresi mukus
-
Kontraksi spasmus
·
Reaksi tepe II (sitotoksik )
- Ig. G dan Ig. M +
Ag sehingga terjadi banyak fagositosis sel target
maka terjadi lisis
-
Jika sel target bagian tuguh
terjadi lisis
·
Reaksi tipe III ( Imun Complex
)
Ag + Ab ( Ig. G ) terjadi Complex Imun yang
menyebabkan aktivitas complemen dalam pembuluh darah sehingga terjadi
peningkatan pembentukan faktor chemotaxis ( neutr ). Maka leukosit mengeluarkan
enzim (dari lisosom )
yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Misalnya :
Lesi pada SLE
·
Reaksi tipe IV ( cell mediated
)
Reaksi ini diperantarai oleh kontak limfosit T yang sudah
tersensitisasi dengan
antigen yang tak terhingga
Zat kimia (sebagai hapten ) perikatan dengan proteksi kulit.
ß
Prolefirasi limfosit T yang sudah tersensitisasi
ß
Sel kulit terbebani
ß
Toksisitas
langsung
Misalnya : Dermatitis kontak
penolakan pada pencakokan
Trauma
-
Trauma pada kulit terjadi
berbagai masalah ringan sampai dengan memerlukan perawatan di hospital Þ Luka
bakar
-
Luka bakar terjadi tingkat :
1.
Sumber penyebab
2.
Lamanya kontak
Penyebab :
1.
Panas 3. Kimia
2.
Listrik 4. Radiasi
Tingkatan Luka :
1.
Superficial thickness
-
Epidermis saja
-
Struktur lain intact
-
Kemerahan edema, ringan, nyeri.
2.
Patrial Thickness
- Superficial :
-
Erithema, lepuh
-
Stratum corneum dan stratum
granulosum rusak
-
Saraf utuh sehingga terjadi
nyeri sekali
- Deep
-
Luka terlalu dalam
-
Lapisan epidermis yang utuh
hanya sedikit
-
Dermis terkena sehingga
beberapa saraf rusak maka terjadi nyeri yang lebih ringan
-
Tidak / jaringan terbentuk
lepuh oleh karena jaringan yang rusak menempel pada serat-serat kolagen dermis
3.
Full Thinckness
-
Mengenai seluruh lapisan kulit
-
Warna : Putih / merah / kuning
/ coklat / hitam
-
Sensasi minimal / tidak
ada oleh karena saraf rusak.
Respon Tubuh Terhadap Luka Bakar
- Hemodinamik
Luka Bakar berat sehingga terjadi peningkatan permiabiliats, maka
cairan, elektrolit, albumin dan protein ke interstitial dan intrasel, maka
terjadi edema. Luka baka lebih 30 % akan terjadi Fluidloss kurang lebih 60 %
- Tresspons Respon akan terjadi Hipermetabolisme akan terjadi :
a.
Katabolisme Protein meningkat
b.
Kabolisme Lemak meningkat
c.
Penggunaan Glukosa meningkat
d.
Meningkatnya pengeluaran air
tubuh, maka terjadi IWL meningkat
e.
Meningkatnya produksi panas
f.
Acidosis
- Hipovolemia, maka terjadi work load, sehingga tekanan darah menurun, hemokonsentrasi sehingga terjadi Hcl meningkat
- Respon seluler, maka terjadi inflamasi. Penurunan prosess enzimatic
- D L C oleh karena menurunnya Pletelet dan Fibrinogen (24 – 26 jam )
- Meningkatnya aktivitas simpatik yang meneybabkan :
a.
Kontriksi pembuluh darah
splenic
b.
Menurunnya aktivitas GIT yang
menyebabkan Distensi Lambung maka terjadi mual
c.
Kerusakan mukosa lambung
sehingga terjadi Stress Ulcer
- Jika luka bakar oleh karena udara / uap panas pada kepala / wajah, maka terjadi edema saluran nafas, sehingga terasa dicekik
- Dermis : Perubahan ukuran pembuluh darah
- Subcutan, Sel lemak sebagai insilator
4. Sebagai organ Sensoris
5. Tempat sitesis vitamin D,
sel malphigi epidermis jumlah terdapat lebih dehydrocholesterol, maka terjadi
vitamin D
6. Psikososial yang
berhubungan Body Image

Tidak ada komentar:
Posting Komentar