Jumat, 20 Desember 2013

KDM INTAGUMEN



MASALAH  PADA  SYSTEM INTEGUMEN

Review
System Integumen terdiri dari :
-          Kulit
-          Kuku
-          Rambut
-          Kelenjera Keringat
Bagian yang terbanyak ( terbesar ) adalah kulit

Setiap inci kulit mengandung :
-          20    Yard pembuluh darah
-          100   Kulenjar minyak
-          65     Buah Rambut dan otot
-          650   Kelenjar keringat
-          78     Yard saraf dengan rincian :
1.      19.500,- ujung saraf Raba
2.        1.300,- ujung saraf Nyeri
3.           160,- ujung saraf Tekan
4.             78,- ujung saraf Panas
5.             13,- ujung saraf Dingin
Jumlah seluruhnya kurang lebih  2 juta sel.

Fungsi Kulit.
1.      Proteksi :
  1. Epidermis.
-          Keratin mencegah cederah oleh zat korosit
-         Menghambat Proliferasi
-         Membanru kekuatan mekanik
  1. Dermis.
-          Menyediakan fibroblast untuk penyembuhan luka
-         Membentuk kekuatan mekanik
-         Mengandung jaringan kolagen dan jaringan elastik
-         Mengandung pembuluh darah limfatik dan pembuluh darah untuk resproduksi imflamasi
  1. Subcutan.
-          Mecanical shock absorber

2.      Mempertahankan homeostasis oleh karena epidermis yang kurang permiabel terhadap air dan electrolit

3.      Membantu dalam pengaturan suhu.
-          Epidermis.
* Mengandung kelenjar keringat Þ Evaporasi.
Reumatik  Penyebabnya tidak jelas.

Psoriasi :
-          Lesi yang menguat kepermukaan
-          Merah, kering,ditutupi oleh potongan-potongan berkerak seperti perak
-          Area yang sering terkena : Siku, Lutut, Kulit Kepala, Wajah, Bokong.
-          Terjadinya oleh karena sel bergerak dari lapisan basalis ke statum corneum dalam waktu yang pendek sehingga terjadi prolefersa yang banyak.
Reaksi Hipersensitifitas

1.      Reaksi imunologis normal
-          Benda asing banyak kedalam tubuh, sehingga tubuh memberikan respon inflamasi
-          Benda asing banyak kedalam tubuh sehingga reaksi selanjutnya berbeda dengan reaksi waktu pertama kali sehingga mengalami respon imunologis. Misalnya

Molekul kecil         +         Molekul    besar
      (bukan Ag)                        ( Protein Tubuh )


 




                              Complex

                                     ß

                              Dapat bertindak
                              Sebagai antigen

2.      Tujuan respon imun :
-          Melenyapkan benda asing

3.      Terdapat dua macam.
  1. Humoral.
-          Dipengaruhi oleh Ig dan jenis golongan darah
-          L / M + Ag  ®  Merangsang pembentukan Ig

ß
                                                    Antigen lisis
  1. Seluler
-          Secara langsung oleh  Limposit  yang  berproliferasi  karena masuknya
antigen.


Sifat Respon Imunologi.
1.      Pengenalan diri
2.      Memelihara
3.      Spesifisitas

Terdapat beberapa klasifikasi Imunologi
1.      Ig. G                                  4. Ig. E
2.      Ig. M                                 5. Ig. D
3.      Ig. A

·         Reaksi Hipersentivitas
Ag  +  Limfosit / ab terjdi cederah jaringan sehingga muncul reaksi hipersens
·         Reaksi tipe I (anapilactic)
Ag   +  Hespes sehingga Ig. E  +  Mast sel / basofil  sehingga pelepasan mediator kimia yang menimbulkan :
-          Vasodilatasi
-          Peningkatan permiabilitas
-          Sekresi mukus
-           Kontraksi spasmus
·         Reaksi tepe II  (sitotoksik )
-    Ig. G dan Ig. M   +  Ag  sehingga terjadi  banyak fagositosis sel target
      maka terjadi lisis
-          Jika sel target bagian tuguh terjadi lisis
·         Reaksi tipe III ( Imun Complex )
Ag  +  Ab ( Ig. G ) terjadi Complex Imun yang menyebabkan aktivitas complemen dalam pembuluh darah sehingga terjadi peningkatan pembentukan faktor chemotaxis ( neutr ). Maka leukosit mengeluarkan enzim (dari lisosom )
yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Misalnya :
Lesi pada   SLE
·         Reaksi tipe IV ( cell mediated )
Reaksi ini diperantarai oleh kontak limfosit T yang sudah tersensitisasi dengan
antigen yang tak terhingga

Zat kimia (sebagai hapten ) perikatan dengan proteksi kulit.
                                               
ß
Prolefirasi limfosit T yang sudah tersensitisasi

                                          ß
Sel kulit terbebani

            ß
                                    Toksisitas langsung
           
Misalnya :  Dermatitis kontak penolakan pada pencakokan

Trauma

-          Trauma pada kulit terjadi berbagai masalah ringan sampai dengan memerlukan perawatan di hospital   Þ  Luka  bakar
-          Luka bakar terjadi tingkat :
1.      Sumber penyebab
2.      Lamanya kontak
Penyebab :

1.      Panas                                             3. Kimia
2.      Listrik                                            4. Radiasi

Tingkatan Luka :

1.      Superficial thickness
-          Epidermis saja
-          Struktur lain intact
-          Kemerahan edema, ringan, nyeri.
2.      Patrial Thickness
  1. Superficial :
-          Erithema, lepuh
-          Stratum corneum dan stratum granulosum rusak
-          Saraf utuh sehingga terjadi nyeri sekali
  1. Deep
-          Luka terlalu dalam
-          Lapisan epidermis yang utuh hanya sedikit
-          Dermis terkena sehingga beberapa saraf rusak maka terjadi nyeri yang lebih ringan
-          Tidak / jaringan terbentuk lepuh oleh karena jaringan yang rusak menempel pada serat-serat kolagen dermis
3.      Full Thinckness
-          Mengenai seluruh lapisan kulit
-          Warna : Putih / merah / kuning / coklat / hitam
-          Sensasi minimal / tidak ada  oleh karena saraf rusak.

Respon Tubuh Terhadap Luka Bakar


  1. Hemodinamik

Luka Bakar berat sehingga terjadi peningkatan permiabiliats, maka cairan, elektrolit, albumin dan protein ke interstitial dan intrasel, maka terjadi edema. Luka baka lebih 30 % akan terjadi Fluidloss kurang lebih 60  %

  1. Tresspons Respon  akan terjadi  Hipermetabolisme akan terjadi :
a.       Katabolisme Protein meningkat
b.      Kabolisme Lemak meningkat
c.       Penggunaan Glukosa meningkat
d.      Meningkatnya pengeluaran air tubuh, maka terjadi IWL meningkat
e.       Meningkatnya produksi panas
f.       Acidosis

  1. Hipovolemia, maka terjadi work load, sehingga tekanan darah menurun, hemokonsentrasi sehingga terjadi Hcl meningkat
  2. Respon seluler, maka terjadi inflamasi. Penurunan prosess enzimatic
  3. D L C oleh karena menurunnya Pletelet dan Fibrinogen (24 – 26 jam )
  4. Meningkatnya aktivitas simpatik yang meneybabkan :

a.       Kontriksi pembuluh darah splenic
b.      Menurunnya aktivitas GIT yang menyebabkan Distensi Lambung maka terjadi mual
c.       Kerusakan mukosa lambung sehingga terjadi Stress Ulcer

  1. Jika luka bakar oleh karena udara / uap panas pada kepala / wajah, maka terjadi edema saluran nafas, sehingga terasa dicekik
  2. Dermis : Perubahan ukuran pembuluh darah
  3. Subcutan, Sel lemak sebagai insilator

4.      Sebagai organ Sensoris
5.      Tempat sitesis vitamin D, sel malphigi epidermis jumlah terdapat lebih dehydrocholesterol, maka terjadi vitamin D
6.      Psikososial yang berhubungan Body Image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar