Kamis, 19 Desember 2013

PENGANTAR FARMAKOLOGI



PENGANTAR FARMAKO
A.      Pengertian.
Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk obat.
B.      Obat (WHO, 1966) :
Obat adalah zat kimia yang digunakan untuk mengubah-memeriksa sistim tubuh,  baik dalam keadaan fisiologis maupun patologis, demi manfaat sipenerima.
Untuk mencapai manfaat, prinsip pemilihan obat adalah :
1.       Cost - benefict ratio.
2.       Risk - benefict ratio
Artinya :
Harga obat maupun bahaya efek samping harus sesuai dengan manfaat penyembuhan.
C.      Obat Esensial :
Adalah obat yang paling dibutuhkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat terbanyak, yang meliputi obat-obat untuk diagnosa, propilakis, therapi, rehabilitasi sehingga ketersediaan-nya dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
    Syarat obat esensial :
Aman, efektif, murah dan terjangkau.
    Kriteria pemilihan obat esensial :
ž  Rasio khasiat-keamanan ­.
ž  Mututerjamin.
ž  Praktis dalam penyimpanan-transpertasi.
ž  Praktis dalam penggunaan-penyerahan.
ž  Mendorong kepatuhan penderita.
ž  Rasio manfaat - biaya obat ­.
D.         Obat (Goodman) :
Adalah zat kimia yang mempengaruhi proses-proses kehidupan yang terutama ditujukan untuk diagnosa, propilaksis dan therapi.

E.          Defenisi lain dari obat :
Adalah zat kimia yang dalam dosis/takaran layak bermanfaat untuk propilaksis, therapi dan diagnosa.
F.          Racun :
Adalah zat kimia yang dalam jumlah relatif sedikit bila diberikan pada orang normal dapat menyebabkan kerusakan jaringan, gangguan faal tubuh atau kematian.
Jumlah obat dipasaran sangat banyak sehingga pemerintah menganjurkan perlu adanya obat esensial.
FARMAKOLOGI UMUM
A.         Farmakologi
Adalah studi obat-obatan yang meliputi :
      Sejarah
      Sumber
      Sifat kimia-fisika
      Senyawa
      Efek biokimia dan fisiologi
      Mekanisme kerja
      Absobsi
      Distrbusi
      Biotransformasi
      Ekskresi
      Therapi dan penggunaan lain
               
B.         Dua bidang utama farmakologi
    Farmakokinetik
-  Pengaruh tubuh terhadap obat
-  ADME
    Farmakodinamik
-  Pengaruh obat terhadap tubuh
-  Efek biokimia, fisiologi obaat dan mekanisme kerjanya

OBAT
A.         Nama Obat
      Nama kimia : berdasarkan struktur kimia



                                      










    Nama generik
Asetaminopen ® Parasetamol
Digunakan dalam farmakologi-literatur.
-          Nama paten
Nama milik “pabrik obat”
Misalnya : Parasetamol ®   Panadol
                                                    Oskadon
                                                    Tempra
                                                    Hopadol
Farmakologi ® Panadolâ
IMS
ISO
B.   Pembagian Obat menurut Golongan
1.       Obat farmakodinamik
Menstimulasi atau menginhibisi proses-proses fisiologi atau fungsi biokimia  tubuh.
Mis:Hormon-hormon,diuretik, hipnitik dan obat otonom, parasetamol meng- hambat proses sintesa prostaglandin.
2.       Obat kemoterpeutik
Membunuh parasit dan kuman.
Mis : Antibiotik dan antelmintik.
3.       Obat diagnostik
Membantu melakukan diagnosis (pengenalan penyakit).
Mis : Barium sulfat.
C.         Pembagian Obat Menurut Undang-Undang.
1.       Obat bius
® bisamenimbulkan  adiksi.
      Mis : Morphin dan petihidin.
2.       Obat keras (daftar G)                                  
® Antibiotik ® harus resep dokter
3.       Obat Keras bebas terbatas (Daftar  W)
® Neozep


 
4.       Obat Bebas
® Vitamin
Etiket putih untuk pengobatan dalam
Etiket biru untuk pengobatan luar.

E.          Sumber Obat
Ilmu yang memepelajari sumber obat disebut Farmakognosi
Sumber:
1.      Zat Kimia ® mineral, vitamin
2.      Tumbuhan ® reserpin (untuk hypertensi)
3.      Hewan
F.          Sediaan Obat (Formulasi)
1.    Padat
Tablet, Kapsul, Vulvus, Ovula, Supositoria, Pasta,Salep, Krim
Enteric Coated (Tablet salut)
Tujuan:
Sustained release (lepas lambat, lepas terkontrol)
2.          Cair
-    Emulsi ® cairan dengan cairan tapi tidak tercampur, mis; air dengan minyak.
-    Suspensi ® cairan dengan padat
-    Larutan ® cairan dengan cairan yang saling tercampur.
3.          Gas – Uap
Spray

G.         Cara Pemberian Obat
      Obat dapat masuk ke dalam tubuh dan mencapai tempat kerja 
Obat atau Sitte of Action, melalui:
1.          Per oral
2.          Parenteral
3.          Perinhalesi
4.          Topikal
      Dosis Obat
Ilmu yang mempelajari dosis obat disebut Posologi
Besarnya dosis obat yang diberikkan erhubungan/menentukan kadar obat  di tempat kerja obat dan akhirnya menentukan efek obat
      Macam – macam Dosis
1.          Dosis Toksis
Takaran yang menimbulkan toksis
2.       Dosis Letal
Takaran yang menyebabkan kematian pada sejumlah hewan percobaan. Dinyatakan dalam persentase (%).
Misalnya:  100 tikus disuntik obat letal dosis 50 (LD 50)
® 50 ekor tikus mati ® 50 ekor tikus hidup
3.       Dosis Efektif
Takaran yang menyebabkan efek .
Dosis efektif: 50 ~ LD 50 heewan percobaan
Yaitu: 50 ekor berefek 50 ekor tidak berefek
® LD 50 = Dosis pada 50 % menimbulkan kematian
® DE 50 = Dosis efektif pada 50%.

Indeks therapy
Perbandingan dosis letal & dosis efektif 50. Indeks therapy ~ LD 50/ED 50 Bila perbandingan ini besar, maka obat tersebut aman dipakai dan disebut  Margin of Safety Lebar.
Contoh:         ® Obat M.O.S. lebar                                                : Parasetamol AB tertentu
                     ® Obat M.O.S. sempit                                              : Digogksin feniton
M.O.S lebar/sempit terletak pada availabilitas
M.E.C ® Konsentrasi terkecil yang menimbulkan efek.
M.T.C ® Konsentrasi terkecil yang menimbulkan toksis.
M.O.S ® Ambang batas efektifitas suatu obat.


 



                                                 




        

      














 
























Ket :
Obat B adalah obat yang aman karena obat berada diatas M.E.C dan dibawah M.T.C.
Obat aktif ® Tidak terikat dengan protein plasma.
Bioavailabilitas ® presentasi obat yang sampai ke sirkulasi umum dalam kedaan utuh (ketersediaan hayati).
Mis :    I.V ® 100%
            I.M ® 75%                  
            P.O ® 50%
      
4.       Dosis Minimal
Dosis terkecil yang memberikan efek therapy
5.       Dosis Maksimal
Dosis terbesar yang mempunyai efek therapy tanpa menimbulkan intoksikasi
6.       Dosis Therapy
Dosis yang dipakai untuk therapy terletak antara dosis minimal dan maksimal
Dosis therapy dipengaruhi oleh:
a.       Umur
b.       Berat badan
c.       Jenis kelamin
d.       Waktu saat pemberian obat
e.       Cara pemberian obat
f.        Seringnya pemberian obat
g.       Kombinasi obat
h.       Ras
i.        Toleransi
j.        Keadaan patologis

DOSIS ANAK
       Rumus :
        Clark                            x Dosis  dewasa
                                        


 
Young                         x  Dosis  Dewasa
                          
       
        Cowling                      x Dosis dewasa


 


Dilling                         x  Dosis  dewasa
 Rumus Gaubius :
® <  1 tahun        =  1/12 x  D.D.
® <  2 tahun        =  1/8   x  D.D.
® <  3 tahun        =  1/6   x  D.D.
® <  4 tahun        =  ¼     x  D.D.
® <  7 tahun        =  1/3   x  D.D.
® < 14 tahun       =  ½     x  D.D.
® < 20 tahun       =  2/3   x  D.D.

H.         Tugas danWewenang Perawat dalam Penanganan Obat.
    Menyediakan obat-obat (dari apotik RS ke bangsal).
    Meresepkan obat-obat tertentu (dibawah pengawasan Dr/Drg).
    Menyimpan.
    Menyiapkan dan memberikan pada pasien.
    Mencatat pemberian.
    Mengamati efek.

® Pemilihan obat dan dosis    : Dokter
® Formularium                      :  Rumah Sakit.

I.           Rute Pemberian Obat
         Inhalasi.
         Sublingual.
         Peroral.
         Transdermal.
         Intravenus.
         Intramusculer.
         Intracutan.
         Subcutan.
         Topikal.
         Rectal.

                 

FARMAKOLOGI KLINIK
By Dr. Eny

PENDAHULUAN
Farmakologi: Ilmu tentang obat-obatan
Farmakologi Klinik: Ilmu tentang efek obat (Drug Action) pada manusia.

Faktor-faktor yg harus dipertimbangkan dlm pemberian obat:
1.       Kondisi pasien
2.       Jenis penyakit
3.       Riwayat Pengobatan
4.       Penjelasan ESO
PERAWAT:
® pemberian obat
¯
Penjelasan ESO & proses pengobatan
¯
Pemahaman prinsip-prinsip dasar
& mekanisme kerja obat

FARMAKOKINETIKA
® Ilmu mengenai reaksi tubuh terhadap obat  mulai dari absorbsi sd ekskresi/eliminasi obat

BIO AVAILABILITAS:
Kadar obat yg mencapai sirkulasi darah
Intra Vena (I.V)          : 100%
Per Oral  (P.O)            : < 100 %






ABSORBSI
Obat-obat yg diberikan secara p.o akan mengalami absorbsi yg prossnya tergantung dari:
-          Sifat fisik obat
-          Formulasi obat
-          Kekosongan lambung
-          Interaksi dgn obat lain
-          Penyakit pd saluran cerna

METABOLISME
Setelah diabsorbsi di saluran cerna, Obat akan mengalami Metabolisme dlm liver yg disebut : “ First Pass Effect” sebelum didistribusikan ke seluruh tubuh obat yg mencapai sirkulasi tidak utuh.
First Pass Effecy >> ® tidak baik bila diberikan p.o.

DISTRIBUSI
Setelah diabsorbsi obat akan  masuk kedlm sirkulasi darah &dibawah keseluruh tubuh sebagian partikel obat akan terikat protein plasma & sifatnya inaktif
Hanya oat ug bebas saja yg bisa berefek targasap tubuh.
Konsentrasi obat  (bebas)  dlm sirkulasi tgt pd:
1.       Dosis.
2.       Rute pemberian obat
3.       Distribusi obat
Distribusi luas ® konsentrasi obat yg mencapai sirkulasi/sel tubuh (target Organ)  lebih kecil

ELIMINASI
Ekskresi makin cepat ® level obat dlm darah akan cepat turun
1.       Obat dihancurkan dlm hati.
2.       Produkk sisa obat (Metabolit) diekskresi lewat ginjal (>) paru-paru (<) lamanya eliminasi menentukan D.O.A. & plasma half life (t1/2)
®Obat diberikan dlm dosis terbagi/dosis tunggal.

CARA-CARA PEMBERIAN OBAT
ENTERNAL
1.       ORAL
-      Paling sering & mudah dilakukan
-      Jenis obatt  (tab/caps/syr.dll) mempengaruhi absorbsi.
-      Kerugian.
ž Efek obat lama.
ž Bioavailabilitas <100%
ž Dipengaruhi anyak faktor (lihat absorbsi obat)..
2.       SUBLINGVAL
Obat disimpan dibawah lidah ® kapiler ® lgs. Ke sirkulasi.
® Keuntungan:
-      Tidak mengalami metabolisme.
-      Efek obat lebih cepat.
3.       RECTAL:
-      50 % aliran darah dari rectal tdk melalui sirkulasi portal.
-      Keuntungan: obat tdk mengalami metab. Di hati, efek labih cepat, u/ oabt-obatan anti emetik

PARENTERAL
          Intra vena:
(+) :
-      Rapid action.
-      Dapat digunakan utk obat-oatan yg bisa mengiritasi bila diberikan i.m.
(-):.
-      Secara teknis sulit
-      Bila terjadi intra arterial injection ® arterial spams ® kerusaka

n jaringan ‘I.V siringe Driver Pump’.
          Intra muskular
Absorbsi dari daerah injeksi beervariasi tergantung ketebalan otot & aliran darah ke otot:
(+):
-      Bahaya shock <.
-      Slow release untuk prolonged effect.
(-):.
-      Nyeri
-      Abses..
          Subkutan
Absorbsi < i.m. bahaya shock <
          Lain-lain:
-      Intrathecal.
-      Inhalasi.
-      Topical.
-      Transdermal  aplication..

FARMAKODINAMIK
By dr. Yoga

1.       Efek ® Biokimia dan fisiologi.
2.       Mekanisme Kerja

Tujuan:
1.       Meneliti efek obat utama/spektrum.
2.       Interaksi obat dgn sel
3.       Urutan peristiwa
4.       Respon yg terjadi




FARMAKODINAMIK

MEMPELAJARI
1.       Cara kerja /mekanisme kerja obat.
2.       Efek obat terhadap berbagai fungsi organ & reaksi biokimia.

MEKANISME KERJA OBAT
Adalah cara kerja pada molekuler sehingga menghasilkan efek obat:
O + R OR ® Efek
??? adalah akibat langsung dari pegnggabungan molekul obat (O)  dgn suatu reseptor (R)
Reseptor Obat: Makromolekul yg ada pada tubuh yg bergabung dgn obat. Umumnya merupakan molekul enzim atau komponen fungsional Sel
Penggabungan ini merupakan reaksi  permulaan dari suatu rangkaian reaksi yg pada akhirnya menimbulkan efek obat.

S.A.R. (Sturcture Activity Relationship)
Mempelajari hubungaN ANTARA STRUKTURE OBAT & AKTIFITASNYA. Dgn cara ini telah dihasilkan berbagai macam obat dgn efek yg terapi lebih baik dgn efek samping yg lebih sedikit.
Cth:
-      Atihistamin.
-      Derifat penesilin.
-      Anestetik.
-      Diuretik dll

EFEK OBAT.
Umumnya terlihat sebagai intensitas faal organ atau reaksi biokimianya.  Karena efek obat dapat diobservasi maka obat dapat digolongkan sesuai dgn efeknya.
Cth:
-      Analgetik antipiretik.
-      Anti hipertensi..

Lamanya kerja obat = duration of action ialah waktu sejak efek pertama timbul saat efek hilang.
Lama kerja obat ini paling tepat diukur dgnwaktu paruh efek obat = T ½  yaitu waktu yg dibutuhkan mulai dari tercapainya efek maksimum s.d. efek menjadi setengah dari efek maksimum tersebut.
 SEring intensitas efek obat sukar diukur sehinga digunakan ukuran  tak langsung, yaitu kadar obat dalam plasma.
DOSIS EFEKTIF ialah dosis yg menyebabkan efek padad sejumlah hewan atau manusia percobaan..
Bila menyebabkan efek pada 50% percobaan disebut ED. 50.
Dosis Letal ialah dosis yg menyebabkan kematian pada sejumlah hewan terttentu.  Bila yg mati 50% maka dosis tsb. Disebut  LD.
Jarak antara ED. 50. dgn LD. 50 disebut margin of safety = batas keamanan obat.

Faktor-faktor yg mempengaruhi dosis obat
1.       Berat badan.
2.       Umur.
3.       Kelamin.
4.       Cara pemberian
5.       Saat pemberian.
6.       Kecepatan biotransformasi & ekskresi obat.
7.       Faktor genetik.
8.       Interaksi obat.
9.       Variasi biologik

Hyver-reaktif yaitu seseorang dgn dosis kecil sudah mendapat efek yg diinginkan
Hypo–Reaktif yaitu seseorang yg membutuhkan dosis besar untuk mendapat efek yg diinginkan.
Hyper-Sensitif = Alergi ialah seseorang yg memperlihatkan efek samping berdasarkan reaksi imunologik .
Tolieransi ialah suatu keadaan dimana dibutuhkan dosis yg lebih besar untuk menimbulkan efek yg sama pada pemberian obat selanjutnya. Cth: Penggunan Narlotika.
Takifilaksis ialah toleransi yg timbul pada waktu singkat.
Resistensi  ialah obat yg sudah tidak menimbulkan efek lagi.
Indiasinkrasi  ialah efek samping yg berdasarkan kelainan genetik.
Obat-obat Farmakodinamik bekerja dgn mempengaruhi faal organ untuk menjadi lebih aktif atau kurang aktif. Ex: Obat-obat SSP.

Efek obat ditentukan
1.       Waktu Efek Obat
Setelah obat diberikan bebeerapa waktu kemudian baru timbul efeknya..
Mula kerja obat = waktu Latent = onset of action.
Ialah waktu dari saat obat diberikan sampaisaat timbul efek obat.
Tergantung pada:
-      Cara pemberian.
-      Formulasi obat.
-      Farmakokinetik

EFEK
Hyperreaktif:   Efek sudah terjadi pada abses yg lebih rendah dari . ???
Hyporeaktif:    Efek baru terjadi pada dosis yg lebih tinggi dari absis ???
Hypersensitif:  Efek yg berhubungan dgn alergi obat
Takifilaksis:     Toleransi yg terjadi apa??
Idiomsinkrasi: Efek obat aneh =Bizzar ringan/berat tidak tergantung dosis genetik.
Resistensi
TOLERANSI  Suatu keadaan dimana dibutuhkan dosis obat yg lebih besar utk memberi efek yg sama. Ex: Luminal.
HABITUASI Suatu keadaan dimana penggunaaan obat secara khronis menyebabkan gangguan psikis/emotional bila pemberian obat dihentikan.
ADIKSI  Suatu keadaan dimana pemberian obat menyebabkan toleransi & penghentian pemberian obat menimbnulkan gejala psikis & fisik (rohani & jasmani)
TACHYPYLAXIS  Toleeransi akut yg terjadi cepat ® dalam beberapa menit/jam.

KETERANGAN  
HABITUASI:  Ketergantungan Psikis
ADIKSI: Ketergantungan fisik & Psikis terhadap obat.

MACAM-MACAM FARMAKO TERAPI
1.       Terapi kasual: Anti Biotik
2.       Terapi Simtomatik: Analgetik Anti Hypertensi.
3.       Terapi subtitusi: Insulin, Tiroksin







 















EFEK OBAT YANG TIDAK DIINGINKAN
1.       Efek Samping
2.       Reaksi alergi/Hipersensitif
3.       Indiosinkrasi.
4.       Efek toksis

EFEK TOKSIK
Setip obat dalam dosis yg cukup tinggi dapat menunjukan efek toksik ® Intoksikasi = keracunan.
INDIOSINKRASI
= Efek yg abnormal dari suatu obat trerhadap seorang individu.

S.A.R. =  Strukture  Activity Relationship ® hubungan struktur obat-obat dgn efek



 








DOSIS

DOSIS TOKSIS = Takaran yg menyebabkan efek-efek toksis.
DOSIS FATAL = Takaran yg menyebabka kematian.
DOSIS LETAL  = Takaran yg menyebabkan kematian pada sejumlah binatang percobaan, dinyatakan dalam persentase (%).
Ex: 100 tikus disuntik dgn obat LD 50, artinya : ® 50 tikus mati & 50 hidup.
DOSIS MINIMAL= Dosis terkecil yg masih memberikan efek terapi.
DOSIS MAKSIMAL =  osis terbesar yg mempunyai efek terapi tanpa menimbulkan keracunan.

The log dose-effect relationship









Text Box: I n t  e n s  i   t  y

 O
F
   E f  f  e c  t



DOSE
 

 




                                                                                                                                                                                                                                               


INTERAKSI OBAT-RESEPTOR

Berlaku persamaan MICHAELIS-MENTEN
                                                                    




dengan:
E              = Intensitas efek obat
Emax         = Efek Maksimal
[D]          = Kadar obat bebas

Kd           =           Konstanta disosiasi kompleks     obatreseptor.

HEMOSTATIK

Hemostatis : Proses terhentinya perdarahan dari pb. Darah yg rusak.
Hemostatik : Zat/obat yg digunakan utk menghentikn perdarahan.
Perdarahan dapat disebabkan o/ difisiensi 1 atau leih faktor pembekuan darah.

Faktor-faktor yg menyebabkan berhentinya pembekuan  .
1.       Larutan faktor pembekuan darah.
2.       Pembersihan bentuk aktif faktor pembekuan secara cepat oleh hepar.
3.       Mekanisme umpan balikdi mana trombin menghambat aktifitas .F.V  & f VII.
4.       Adanya mekanisme anti koagulasi alami, terutama anti trombin III, protein C & S

Faktor-faktor pembekuan darah:
I.                Fibrinogen
II.              Protombin
III.            Tromboplastin jaringan
IV.           Ca 2+
V.             Faktor labil, Proakselerin, Ac globulin.
VI.           Faktor Stabil, Prokonvertin, Akselerator konveri protrombin serum
VII.         Globulin anti hemofilik (AGH)
VIII.       Faktor Christmas, Komponen Tromoplastin Plasma (PTC).
IX.           Faktor  Stuar –Power.
X.             Anteseden Tromboplastin Plasma (PTA).
XI.           Faktor Hageman.
XII.         Faktor penstabil Fibrin
HMW-K : Faktor Fitzgerald, kininogen BM tinggi.
Pre-K       : Prekalikrein, faktor Fletchher
VWf        : Von Willbrand.


 
Hemostatik


I.        Hemostatik Lokal:
1.       Hemostatik Serap
-        Menghentikan perdarahan  dgn cara membentuk suatu bekuan uatan a/ serat-serat jala yg mempermudah pembekuan.
-        Hanya efektif utk perdarahan kapiler.
-        Preparat:   Spons gelatin
                       Human fibrin Foam.
                       Selulosa oksida a/ oksisel .
2.       Astrigen:
-        Bekerja dgn cara mengendapkan protein.
-        Untuk perdagangan kapiler.
-        Efektifitasnya < vasokonstriktor lokal.
-        Preparat:   Feri klorida.
                       Nitras argenti.
                       Asam tanat


II.      Hemostatik sistemik
1.       Vitamin K.
2.       Fraksi plasma
a.        Faktor VIII.
b.       Faktor IX.
c.        Fibrinogen.
3.       Penghambat fibrinolitik
a.        Asam Aminokaproat
b.       Asam traneksamat.
..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar