PRINSIP PERKEMBANGAN
1.
Perkembangan Merupakan Hasil
Interaksi Antara Maturasi dgn Belajar :
-
Maturbasi
Kesiapan
anak yg membatasi perkembangan
-
Belajar :
Diperoleh
dari luar bentuk belajar :
·
Imitasi - Identifikasi
·
Latihan - Trial -error
2.
Mengikuti Pola Perkembangan
-
Pola perkembangan mempunyai
persamaan dan dapat diramalkan
-
Terjadi dari umum è khusus
-
Berjalan secara kontinu dan
diskontinu
3.
Terdapat perbedaan Dalam
Perkembangan
Perbedaan
dalam perkembangan oleh karena interaksi antara faktor dalam individu dan
lingkungan
4.
Terdapat periode-periode dalam
pola perkembangan :
-
Prenatal - Neonatal
-
Infancy - Anak
-
Remaja
16 Thn
12 –15 Thn
7 Than
5
½ - 6 Thn
4 Thn
4
½ Thn
3 Thn
3
½ Thn
Equilibr 2 Thn
2
½ Thn
18 bln Dis equilibr
5.
Pada tiap periode perkembangan
terdapat tugas perkembangan tertentu
6.
Tiap aspek perkembangan mempunyai
potensi “ berbahaya “
7.
APLIKASI THEORI FREUD ERIKSON DAN
PIAGET DALAM KEPERAWATAN
A.
INFANT
1.
Oral Stage ( Freud )
-
Jika anak puasa è jika tidak ada contra indicasi dapat diberikan
empeng
-
Setelah prosedur yg menyakitkan è berikan botol susu atau breats feeding
2.
Trust >< Mistrust ( Erikson )
-
Serin – seringlah memeluk bayi
saat dirawat di RS terutama setelah prosedur yg menyakitkan
-
Penuhi kebutuhan makanan dan
kebersihan
-
Anjurkan orang tua untuk tetap
berada dalam kamar bayi
3.
Sensori motorik
-
Gunakan tempat tidur beroda,
mainan yg dapat dimanipulasi, lukisan dengan warna terang
-
Gunakan mainan untuk distraksi
B.
TODDLER
1.
Anal Stage ( Freud )
-
Tanyakan tentang toilet training
cara dan kata yg digunakan, anak jika ingin BAK/ BAB saat anak sakit / dirawat è Gunakan istilah yg biasa ia gunakan
-
Jangan memulai toilet train saat
anak sakit / dirawat di RS
-
Jika anak mengalami kemunduran
dalam BAK/BAK
2.
Autonomy >< Shame dan Doubt
stage ( Erikson )
-
Berikan kesempatan pd anak untuk
makan sendiri, membuka dan memakai pakaian sendiri, menyikat gigi,atau
melakukan kegiatan lain untuk kebersihan diri
-
Jika akan melakukan sesuatu
prosedur è jelaskan
secara sederhana
3.
sensori motorik stage (akhir )
-
Amankan sekitar tempat tidur dari
benda – benda yg membahayakan
C.
PRESCHOOLER
1.
Phalic Stage ( Freud )
-
Waspadai anak-anak yg menampakan
bahwa ia lebih senang dengan perawat laki-laki atau perempuan è Fasilitasilah jika memungkinkan
-
Anjurkan agar orang tua terlibat
dalam perawatan anak
-
Rencanakan waktu bermain &
berikan benda/mainan yg dipilih olehnya
2.
Initiative >< Guilit Stage
( Erikson )
-
Berikan alat-alat kedokteran
untuk bermain untuk menurunkan kecemasan terhadap benda yg asing baginya
-
Kaji keprihatinan anak yg
tergambar dari corentannya
3.
Prioprasional Stage ( Piage )
-
Terangkan secara jelas bahwa ia
bukan penyebab sakit dan dirawat di RS
-
Berikan penjelasan pd semua
prosedur / tindakan yg akan dijalaninnya
-
D.
SCHOLL
1.
Latancy Stage ( Freud )
-
Berikan pakaian lengkap dengan
baju dalam
-
Ketuklah pintu saat akan masuk
kamarnya
-
Jelaskan semua prosedur /
tindakan yg akan jalaninya
2.
Industry >< Inforiorty Stage ( Erikson )
-
Anjurkan agar anak melanjutkan
tugas-tugas sekolah selama ia sakit . dirawat di RS
-
Anjurkan untuk membawa benda
kesukaan sebelumnya
-
Bantulah anak-anak untuk
menyesuaikan dgn keterbatasan dlm melakukan aktivitas yg paling disukainya
3.
Conteren Oprasional Stage ( Piage
)
-
Berikan intruksi yg jelas tentang
tindakan
-
Perlihatkan alat-alat yg akan
digunakan
E.
ADOLESCENT
1.
Genital Stage ( Freud )
-
Berikan informasi tentang
seksualitas
-
Pastikan untuk mengkaji sistem
reproduksi pada wanita
-
Pastikan “ pripacy” selama perawatan
-
Gunakan brosur dan vidio dlm
penyuluhan seksualitas
2.
Identity >< Role Confusion
Stage ( Erikson )
-
Berikan ruang rekreasi yg terpisa
bagi remaja yg dirawat
-
Lakukan pengkajian tanpa
kehadiran orang tua
-
Kenalkan pd remaja seusianya yg
sama-sama sedang dirawat
3.
Formal Oprational Stage ( Piage )
-
Berikan informasi yg jelas tentang
kondisi kesehatan / tindakan
-
Berikan antruksi secara verbal /
tertulis
F.
DEFENSE MECHANISMS
Yang
biasa digunakan anaka-anak :
1.
Regression 3. Repression
2.
Rationalization 4. Fantazy
Frustasi
pada tiap tahap perkembangan è
menghambat proses kematangan yg besar kecendrungan untuk terjadi fiksasi.
Terlalu dipuaskan è fiksasi
1.
Fiksasi Fase Oral :
-
Pesimisme
-
Alkoholisme
-
Makan lebih banyak
2.
Fiksasi Fase Anal
-
Keras kepala - Kejam
-
Pelit - Obesif
3.
Fiksasi Fase Falik
-
Gangguan Neurologik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar