MASALAH – MASALAH
DALAM KEHAMILAN
By. Wiwi Mardian 14-5-02
Masalah-msasalah
kehamilan dapat terjadi pada: kehamilan dini dan kehamilan lanjut.
|
Masalah
pda kehamilan dini
|
Masalah
pada kehamilan lanjut
|
|
1. Abortus
2. Kehamilan
ektopik
3. kehamilan
Molahidatidosa
|
1. penyakit-penyakit
yg sudah ada sebelumnya
2. penyakit
hubungan sexual
3. inkompatibilitas
rhesus
4. pre
eklamasi
5. eklamasi
6. Hiperemesis
7. Kehamilan
kembar
8. Haemorogik
ante partum
|
ABORTUS
Penghentian
atau berakhirnya suatu kehamilan sebelum janin viabel usia kehamilan 20 minggu
Sebab-sebab
abortus spontan:
1. Anbnormalitas
embrio
2. Abnormalitas
uterus.
3. Kerusakan
pada serviks
4. Penyakit-penyakit
maternal & penggunaan obat
5. Trauma
6. Faktor-faktor
hormonal
7. Sebab-sebab
psikogenik.
Tipe-tipe
Abortus Spontan:
1. Abortus
Imminens.
2. Abortus
insipiens
3. Abortus
komplitus
4. Abortus
inkomlitus
5. Missed
abortion
Anemia:
* Kemungkina
anemia hrs diperiksa jika kadar Hb menurun s/d 11g%
* Anemia
tidak selalu menunjukan Tanda/gejala eksternal, gejala pusing, lesu jantung
berdebar-debar harus diperiksa kadar Hb
Penyebab
anemia: defesiensi be-si, defesiensi
asam folat, tala-semia minor.
1. Defesiensi
besi desebabkan dari asupan zat besi yg
kurang, absorbsi yg jelek, hiperemesis, kehilangan darah sedikit-sedikit.
2. Asam
folat diperlukan untuk pertumbuhan jaringan & produk-si sel-sel darah
merah.
3. Thalasemia
minor terjadi distesis hb yg abnormal sehingga menurunkan jumlah sel darah
merah & menimbulkan hemolisis dini.
FAKTOR-FAKTOR PENTING
DALAM PERAWATAN ANTE NATAL PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG
* Mencegah
& memperbaiki anemia.
* Mencegah
dan menghindari infeksi dan segera mengobati infeksi termasuk infeksi ringan
sekalipun
* Membatasi
kenaikan berat badan yang dapat menambah beban kerja jantung, penanganan diet
mencakup pembatasan natrium untuk mencegah retensi cairan yg berlebihan.
* Observasi
yg cermat & terus menerus untuk mengenali kondisi jantung yg buruk serta
mendeteksi setiap kompilasi lainnya.
Penyakit-penyakit yg sudah ada sebelumnya:
1. Penyakit
jantung
2. Diabetes.
3. Anemia.
4. Hipertensi
essensial
Penyakit
Jantung:
1. Terjadi
karena kerusakan jantung akibat demam rematik atau atau kelainan kongenital.
2. Komlikasi
serius dapat terjadi akibat peningkatan beban jantung yg sudah lemah untuk
memenuhi kebutuhan saat hamil.
3. Kegagalan
jantung dapat terjadi pada ibu & bayi sehingga bisa menyebabkan hipoksia
intra uteri, retardasi pertumbuhan janin & persalinan prematur serta
asfiksia waktu lahir.
4. Diabetes
Gestasional
Mrp iabetes temporer yg timbul akibat perubahan metabolisme
karbohidrat selama kehamilan.
5. Pengaruh
diabetes pada Ibu:
Cenderung terjadi infeksi, khususnya infeksi vagina saluran
kemih dan infeksi nifas.
6. Pengaruh
Diabets pada Janin.
Glukosa akan menembus plasenta.
7. Pada
Diabetes maternal yg tidak terkontrol janin dapat mengalami hiperglikemia,
keadaan iini meningkatkan sekresi insulin fetal yang selanjutnya akan membuat
janin menjadi besar secara abnormal, terjadi poli hhidramnion, malformasi
janin, mungkin terjadiaterm, & bayi menjadi hipoglikemia 2 – 4 jam setelah
lahir
Penatalaksanaan
selama kehamilan:
* Pasien
diabetes harus memeriksakan kehamilannya 2 mgg sekali untuk penyesuaian &
dosis insulin sampai usia kehamilan 34 mgg.
* Pada
usia 34 mgg pasien dirawat untuk stabilisasi diabetes & penilaian ddiabetes
lebih lanjut.
* Amniosentesis
dapat dilakukan pada usia kehamilan 35 – 36 mgg untuk menilai maturitas paru
paru janin
1. Sifilis.
Akit infeksi pada janin o/ spirochaeta Treponema pallidum:
- Tanda-tanda sifilis kongenital berupa ruam kecoklatan pada
pantat, luka-luka pada mulut dan mengeluarkan sekretdari hidung dan mulut,
deformitas gigi, ketulian & ggn penglihatan (gejala saddle nose).
2. Gonorho
Dapat menyebabkan abortus spontan, menyebabkan kebutaan pada
bayi, dapat menyebabkan sepsis pada nifas.
3. Hepes
Genitalis.
Virus herpes simpleks (HSV) tdd 2 type yaitu type I dan type
II
4. HIV
(Human Immunodefeciency Virus)
Merupakan virus penyebab penyakit AIDS ditularkan terutama
dalam cairan seminalis dan darah, mukus rektum, mukus vagina, lewat placenta
dalam ASI dan Saliva
INKOMPHABILITAS
RHESUS
* Sistem
rhesus merupakan seri antigen yg terdapat dalam sel-sel darah merah ± 85% pada
orang kulit putih
* Faktro
rhsus bersifat antigenik, setiap darah Rh-positip yg masuk kedlm aliran darah
seseorang dg Rh negatif akan menyebabkan pembentukan antibodi terhadap faktor
Rh.
* Jika
sel-sel Rh positif bertemu dgn antibodinya, antibodi akan bereaksi dengannya
dan menghancurkan sel-sel darah tersebut menyebabkan anemia.
* Jika
Ibu Rh negatif dan ayah Rh negatif, janin akan membentuk Rh nrgatif dan ayah Rh
positif kemungkinan janin akan mempunyai Rh positif.
* Dalam
keadaan normal tidak terdapat hubungan antara aliran darah fetus dgn maternal
ttp pd saat terjadi abortus/kelahiran sebagian sel janin dapat memasuki
sirkulasi darah maternal.
Kehamilan Ektopik
Terjadi
jika ovum yg sudah dibuahi bukan tertanam pada kavum uteri jarang berlanjut
lebih lama 6 – 10 minggu:
* Lokasi
implantasi ektopik terjadi pada:
1. Tuba
falopi
2. Serviks
3. Kavum
abdomen
4. Ovarium
5. Ligamentum
latum
* Kehamilan
Tuba disebabkan oleh:
1. Obstruksi
pada tuba.
2. Endometriosis
tuba.
3. Kelambatan
perjalanan ovum kedalam uterus.
* Tanda
dan gejala kehamilan Ektopik:
Amenore, nyeri pada abdomen bag. Bawah, perdarahan pervagina,
terdapat perdarahan internal.
Poenatalaksanaan
Klien Ket:
Rawat di RS
Pemberian Cairan infus
Tranfusi darah
Persiapan operasi
TINJAUAN TEORITIS
MOLAHIDATIDOSA
Defenisi:
Perubahan abnormal dari villi chorionic menjadi sejumlah kista
yang menyerupai buah anggur yg dipenuhi dgn cairan.
Etiologi
Molahidatidosa
Secara
pasti belum diketahui, tapi faktor ytg mungkin :
* Status
sosial ekonomi rendah.
* Umur..
* Multipara.
* Nutrisi
kurang.
* Anomali
kromossom
* Imbalance
hormonal.
Patopisiologi
1. Menurut
teori Missed Abortion:
Mdigah mati 3-5 mgg
(<<asam folat)
↓
gangguan perdarahan
darah
↓
Penimbunan cairan dalam
jaringan mesenkim villi
↓
gelembung-gelembung
2. Menurut
teori neoplasma dari Park:
Sel-sel tropoblas
abnormal
↓
fungsi abnormal
↓
resorbsi cairan ke
villi meningkat
↓
gelembung-gelembung
↓
gangguan peredaran
darah
Tanda dan
gejala kehamilan molahidatidosa:
* Perdarahan
pervagina warna merah kehitaman yg bisa menyebabkan anemia.
* Rahim lebiih
besar dari usia kehamilan.
* Hyperemisis
lebih terjadi, lebih keras dan lebih lama karena peningkatan HCG melampaui nilai normal.
* Mungkin
timbul preeklampsi atau eklampsi sebelum minggu ke-24 dgn tanda-tanda:
hypertensi 140/90 mmHg atau sistolik meningkat >/30 mmHg diastolik meningkat
15 mmHg; bisa disertai edema atau proteinuria.
* Tidak ada
tanda-tanda adanya janin, tidak ada tanda bollotement, tidak ada bunyi jantung
janin; dan tidak tampak rangaka janin pada sosnografi. Pada molan partialis,
keadaan yg jarang terjadi dapat diketemukan janin .
* Kadar HCG
tinggi dalam darah dan air kencing.
* Mulas tidak
jarang.
* Muka klien
agak cekung dan kemerahan
* Bisa sampai
anemia.
* Aborsi bisa
pada minggu ke 12-14 kehamilan.
Jenis-jenis
penyakit tropoblas
a. Histopologi
* Choriocarsinoma
Gestational: Tumor ganas (maligna) dari tropoblas dan biasanya
timbul setelah keena kehamilan mola, kadang-kadang setelah abortus atau
persalinan, merupakan penyakit reproduktif tetapi adakalanya tiimbul pada
teratoma.
Terbagi dalam 2 jenis yaitu: choriocarsinoma non villosum (tidak ada bentuk villus, lebih ganans dari bentuk kedua), dan choriocarsinoma villosum (disana sini ter-dapat/banyak bentuk villus).
Terbagi dalam 2 jenis yaitu: choriocarsinoma non villosum (tidak ada bentuk villus, lebih ganans dari bentuk kedua), dan choriocarsinoma villosum (disana sini ter-dapat/banyak bentuk villus).
* Mola hidatidosa
Komplek: mola mengisi seluruh cavum uteri fetusnya mati.
* Mola hidatidosa
Partial: mola hanya dibagian plasenta dan janin bisa hidup (jarang).
* Mola
Invasive:mola sudah invasive atau menyerbu kedalam jaringan dingin rahim, sehingga
menyebabkan perforasi, tetapi lebih jarang mengadakan metastase.
* Plasenta
Site Tropoblastic Tumor
b. Klinikal
* Gestational
tropoblastic Clisease: mola hidatidosa, mola invasive choriocarsinoma,
plasental sitetropoblastic tumor.
* Gestational
tropoblastic tumor keganasan → seara klinik meningkatnya HCG dan metastase.
Fokus Pemeriksaan
Fisik Pada Kehamilan Mola Hidatidosa.
* Pada
Pemeriksaan janin:
- DJJ (-)
- Tidak ada
ballotement.
- Tidak ada
rangka janin pada rontgen foto
- Tidak ada
pergerakan janin.
* Pemeriksaan
pada Ibu:
- Seperti
pemeriksaan kehamilan.
- Palpasi
uterus membesar, teraba lembek tidak ada bagian-bagian janin.
- Servik
lembek
- Perdarahan
pervagina.
- Hiperemesis
lebih sering, lebih keras dan lebih
lama.
- Preeklampsi
atau eklampsi sebelum mgg ke-24.
* Pemeriksaan
Penunjang:
- Kadar HCG
meningkat dalam darah dan air kencing.
- Reaksi Gali Mainini
(+).
- Hb kadang
turun bila perdarahan banyak.
- Hct kadang
mengalami peningkatan bila terjadi perdarahan.
- Proteinuria.
- Foto
rontgen: tidak ada rangka janin.
- Pada
percobaan sonde, sonde mudah masuk kedalam cavum uteri.
- Arteriograf:
adanya pengisian bilateral vena uterina yg dini.
- Dengan
suntikan zat kontras kedalam uterus memperlihatkan gambaran sarang tawon.
- Ultrasonografi:
gambaran badai salju.
Yang mungkin
muncul pada kehamilan Molahidatidosa:
* Gangguan
perfusi jaringan s.d PIH (Prequecy Include Hyper-tensi).
* Gangguan
pemenuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan s.d nausea, vomit.
* Kecemasan
tentang potensial terjadinya keganasan.
* Kurangnya
volume cairan s.d. perdarahan.
* Grieving
atau kehilangan s.d. penghentian kehamilan.
* Kurangnya
pengetahuan tentang perubahan sistim reproduksi yg patologis.
* Potensial
komplikasi perdara-han.
Intervensi
Keperawatan
* Perawat
preoperative.
* Pendidikan
kesehatan untuk individu dan keluarga.
* Support
psikososial.
PERDARAHAN PADA
TRIMESTER TIGA
A. SOLUTIO
PLACENTA:
Pelepasan placenta yg implantasinya normal, terjadi setelah usia kehamilan
20 mgg.
* Klasifikasi:
۰ Marginal, pelepasan
pada bagian pinggir, darah keluar.
۰ Centra/concealed,
pelepasan pada bagian tengah, darah terkumpul.
۰ Kombinasi,
pelepasan pada pinggir & tengah.
* Penyebab:
۰ Hypertensi
(47%).
۰ Umur ibu
>35thn.
۰ Multipara
۰ Umbilical
cord pendek
۰ Perokok
۰ Overdistensi
۰ Trauma (pαy
hydraminor, geneli)
* Tanda &
gejala:
۰ Uterus
tegang/nyeri pinggang bawah.
۰ Perdarahan
pervagina → hitam
۰ Tanda &
gejala fetal distress.
۰ Tanda shock.
* Diagnosa: Ultrasound.
* Penanganan:
۰ Kehlangan
darah.
۰ Fetal
maturity.
۰ Fetal
well-being
Jika abruptio ringan, tentukan umur kehamilan → kurang dari 36 mgg →
observasi & monitoring janin.
umur kehamilan > 36 mgg→tindakan melahirkan
umur kehamilan > 36 mgg→tindakan melahirkan
ABRUPTIO PLACENTA
Revealed
bleeding
Concealed
Bleeding
Partyally
revealed Bleeding
Tingkatannya : Ringan
Sedang
Berat
Gbr. Concealed Revealed
Vasa
praevia
pengkajian kep. Pada Abrutio placenta.
1. riwayat
peny. & pemeriksaaan fisik
2. pemeriksaan
darah u/ menentukan kadar Hb, Hcl trombo, waktu prothrombin & fibrinogen.
3. pemberian
cairan & elektrolit (infus)..
4. transfusi
bila diperlukan.
Penanganan rumah:
* Tidur miring
tanpa antal
* Observasi
/15ml
* Morphin
15-20 mg
* Infusan
* Transfer ke
RS
Rumah Sakit
* Restore
Blood los
* Vk
* Pemeriksaan
darah
* Observasi
ketat.
* Uterus harus
dikosongkan.
Komplikasi
* Gangguan
koagulasi.
* Akut renas
..??
* Post fartum
haemo
* Sheehan’s
syndrom
* Infeksi
* Anemia
* Gangguan
psychologi
P’kajian
keperawatan pd abruptio Placenta.
1. Riwayat peny
& pem fisik.
2. Pem darah u/
menentukan kadar Hb, Hct,trombo,wkt prothrombin & fibrinogen.
3. P’berian
cairan & elektrolit (infus).
4. Transfusi
bila perlu.
Perbedaan
placenta praevia & Abruptio placenta :…………………….
B. PLACENTA
PRAEVIA:
* Defenisi:
Adalah placenta yang menutupi jalan lahir/ostium internal.
* Klasifikasi:
۰ Marginal.
۰ Partial.
۰ Total.
۰ Low lying
* Penyebab:
Pasti blm diketahui, faktor predisposisi :
۰ Uterine
scarring → abortus, post Scparitas tinggi, infeksi uterus, spasing yg pendek.
۰ Suplay drh
yg tdk adekuat pd endoetrium → tumor uterin, multiple pregenancy, usia ibu >
35 thn.
* Tanda &
gejala:
۰ Perdrhn
per-vaginam → merah segar.
۰ Tdk ada rasa
nyeri.
۰ Bag t’rendah
anak blm msk PAP.
* Penanganan:
۰ Rawat di RS.
۰ Bedrest 72
jam.
۰ Obs ketat.
۰ Fetal
monitoring.
۰ Infus.
۰ Periksa gol
drh & Hb.
۰ Jika usia
kehamilan 36 mg atau > → tindakan m’lahirkan.
* Pengkajian:
۰ Perdrhn :
warna, jlh.
۰ Tanda vital
ibu & fetal rate date.
۰ Pemeriksaan
kehamilan.
* Masalah:
۰ Ggn rasa
mana : cemas.
۰ Potensial
shock hypo volemik.
۰ Potensial
fetal distress.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar