Jumat, 20 Desember 2013

MASALAH DALAM KEHAMILAN

MASALAH – MASALAH DALAM KEHAMILAN
By. Wiwi Mardian 14-5-02
Masalah-msasalah kehamilan dapat terjadi pada: kehamilan dini dan kehamilan lanjut.
Masalah pda kehamilan dini
Masalah pada kehamilan lanjut
1.  Abortus
2.  Kehamilan ektopik
3.  kehamilan Molahidatidosa
1.  penyakit-penyakit yg sudah ada sebelumnya
2.  penyakit hubungan sexual
3.  inkompatibilitas rhesus
4.  pre eklamasi
5.  eklamasi
6.  Hiperemesis
7.  Kehamilan kembar
8.  Haemorogik ante partum

ABORTUS
Penghentian atau berakhirnya suatu kehamilan sebelum janin viabel usia kehamilan 20 minggu

Sebab-sebab abortus spontan:
1.  Anbnormalitas embrio
2.  Abnormalitas uterus.
3.  Kerusakan pada serviks
4.  Penyakit-penyakit maternal & penggunaan obat
5.  Trauma
6.  Faktor-faktor hormonal
7.  Sebab-sebab psikogenik.

Tipe-tipe Abortus Spontan:
1.  Abortus Imminens.
2.  Abortus insipiens
3.  Abortus komplitus
4.  Abortus inkomlitus
5.  Missed abortion

Anemia:
*    Kemungkina anemia hrs diperiksa jika kadar Hb menurun s/d 11g%
*    Anemia tidak selalu menunjukan Tanda/gejala eksternal, gejala pusing, lesu jantung berdebar-debar harus diperiksa kadar Hb

Penyebab anemia:  defesiensi be-si, defesiensi asam folat, tala-semia minor.
1.  Defesiensi besi desebabkan dari asupan zat besi  yg kurang, absorbsi yg jelek, hiperemesis, kehilangan darah sedikit-sedikit.
2.  Asam folat diperlukan untuk pertumbuhan jaringan & produk-si sel-sel darah merah.
3.  Thalasemia minor terjadi distesis hb yg abnormal sehingga menurunkan jumlah sel darah merah & menimbulkan hemolisis dini.

FAKTOR-FAKTOR PENTING DALAM PERAWATAN ANTE NATAL PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG
*    Mencegah & memperbaiki anemia.
*    Mencegah dan menghindari infeksi dan segera mengobati infeksi termasuk infeksi ringan sekalipun
*    Membatasi kenaikan berat badan yang dapat menambah beban kerja jantung, penanganan diet mencakup pembatasan natrium untuk mencegah retensi cairan yg berlebihan.
*    Observasi yg cermat & terus menerus untuk mengenali kondisi jantung yg buruk serta mendeteksi setiap kompilasi lainnya.

Penyakit-penyakit yg sudah ada sebelumnya:
1.  Penyakit jantung
2.  Diabetes.
3.  Anemia.
4.  Hipertensi essensial

Penyakit Jantung:
1.  Terjadi karena kerusakan jantung akibat demam rematik atau atau kelainan kongenital.
2.  Komlikasi serius dapat terjadi akibat peningkatan beban jantung yg sudah lemah untuk memenuhi  kebutuhan saat hamil.
3.  Kegagalan jantung dapat terjadi pada ibu & bayi sehingga bisa menyebabkan hipoksia intra uteri, retardasi pertumbuhan janin & persalinan prematur serta asfiksia waktu lahir.
4.  Diabetes Gestasional
Mrp iabetes temporer yg timbul akibat perubahan metabolisme karbohidrat selama kehamilan.
5.  Pengaruh diabetes pada Ibu:
Cenderung terjadi infeksi, khususnya infeksi vagina saluran kemih dan infeksi nifas.
6.  Pengaruh Diabets pada Janin.
Glukosa akan menembus plasenta.
7.  Pada Diabetes maternal yg tidak terkontrol janin dapat mengalami hiperglikemia, keadaan iini meningkatkan sekresi insulin fetal yang selanjutnya akan membuat janin menjadi besar secara abnormal, terjadi poli hhidramnion, malformasi janin, mungkin terjadiaterm, & bayi menjadi hipoglikemia 2 – 4 jam setelah lahir

Penatalaksanaan selama kehamilan:
*    Pasien diabetes harus memeriksakan kehamilannya 2 mgg sekali untuk penyesuaian & dosis insulin sampai usia kehamilan 34 mgg.
*    Pada usia 34 mgg pasien dirawat untuk stabilisasi diabetes & penilaian ddiabetes lebih lanjut.
*    Amniosentesis dapat dilakukan pada usia kehamilan 35 – 36 mgg untuk menilai maturitas paru paru janin

1.  Sifilis.
Akit infeksi pada janin o/ spirochaeta Treponema pallidum:
- Tanda-tanda sifilis kongenital berupa ruam kecoklatan pada pantat, luka-luka pada mulut dan mengeluarkan sekretdari hidung dan mulut, deformitas gigi, ketulian & ggn penglihatan (gejala saddle nose).
2.  Gonorho
Dapat menyebabkan abortus spontan, menyebabkan kebutaan pada bayi, dapat menyebabkan sepsis pada nifas.
3.  Hepes Genitalis.
Virus herpes simpleks (HSV) tdd 2 type yaitu type I dan type II
4.  HIV (Human Immunodefeciency Virus)
Merupakan virus penyebab penyakit AIDS ditularkan terutama dalam cairan seminalis dan darah, mukus rektum, mukus vagina, lewat placenta dalam ASI dan Saliva

INKOMPHABILITAS RHESUS
*    Sistem rhesus merupakan seri antigen yg terdapat dalam sel-sel darah merah ± 85% pada orang kulit putih
*    Faktro rhsus bersifat antigenik, setiap darah Rh-positip yg masuk kedlm aliran darah seseorang dg Rh negatif akan menyebabkan pembentukan antibodi terhadap faktor Rh.
*    Jika sel-sel Rh positif bertemu dgn antibodinya, antibodi akan bereaksi dengannya dan menghancurkan sel-sel darah tersebut menyebabkan anemia.
*    Jika Ibu Rh negatif dan ayah Rh negatif, janin akan membentuk Rh nrgatif dan ayah Rh positif kemungkinan janin akan mempunyai Rh positif.
*    Dalam keadaan normal tidak terdapat hubungan antara aliran darah fetus dgn maternal ttp pd saat terjadi abortus/kelahiran sebagian sel janin dapat memasuki sirkulasi darah maternal.

Kehamilan Ektopik
Terjadi jika ovum yg sudah dibuahi bukan tertanam pada kavum uteri jarang berlanjut lebih lama 6 – 10 minggu:

*    Lokasi implantasi ektopik terjadi pada:
1.  Tuba falopi
2.  Serviks
3.  Kavum abdomen
4.  Ovarium
5.  Ligamentum latum
*    Kehamilan Tuba disebabkan oleh:
1.  Obstruksi pada tuba.
2.  Endometriosis tuba.
3.  Kelambatan perjalanan ovum kedalam uterus.
*    Tanda dan gejala kehamilan Ektopik:
Amenore, nyeri pada abdomen bag. Bawah, perdarahan pervagina, terdapat perdarahan internal.
Poenatalaksanaan Klien Ket:
Rawat di RS
Pemberian Cairan infus
Tranfusi darah
Persiapan operasi

TINJAUAN TEORITIS

MOLAHIDATIDOSA
Defenisi:
Perubahan abnormal dari villi chorionic menjadi sejumlah kista yang menyerupai buah anggur yg dipenuhi dgn cairan.


Etiologi Molahidatidosa
Secara pasti belum diketahui, tapi faktor ytg mungkin :
*    Status sosial ekonomi rendah.
*    Umur..
*    Multipara.
*    Nutrisi kurang.
*    Anomali kromossom
*    Imbalance hormonal.



Patopisiologi
1.    Menurut teori Missed Abortion:
Mdigah mati 3-5 mgg
(<<asam folat)
gangguan perdarahan darah
Penimbunan cairan dalam jaringan mesenkim villi
gelembung-gelembung

2.    Menurut teori neoplasma dari Park:
Sel-sel tropoblas abnormal
fungsi abnormal
resorbsi cairan ke villi meningkat
gelembung-gelembung
gangguan peredaran darah

Tanda dan gejala kehamilan molahidatidosa:
*    Perdarahan pervagina warna merah kehitaman yg bisa menyebabkan anemia.
*    Rahim lebiih besar dari usia kehamilan.
*    Hyperemisis lebih terjadi, lebih keras dan lebih lama karena peningkatan HCG  melampaui nilai normal.
*    Mungkin timbul preeklampsi atau eklampsi sebelum minggu ke-24 dgn tanda-tanda: hypertensi 140/90 mmHg atau sistolik meningkat >/30 mmHg diastolik meningkat 15 mmHg; bisa disertai edema atau proteinuria.
*    Tidak ada tanda-tanda adanya janin, tidak ada tanda bollotement, tidak ada bunyi jantung janin; dan tidak tampak rangaka janin pada sosnografi. Pada molan partialis, keadaan yg jarang terjadi dapat diketemukan janin .
*    Kadar HCG tinggi dalam darah dan air kencing.
*    Mulas tidak jarang.
*    Muka klien agak cekung dan kemerahan
*    Bisa sampai anemia.
*    Aborsi bisa pada minggu ke 12-14 kehamilan.

Jenis-jenis penyakit tropoblas
a.  Histopologi
*  Choriocarsinoma Gestational: Tumor ganas (maligna) dari tropoblas dan biasanya timbul setelah keena kehamilan mola, kadang-kadang setelah abortus atau persalinan, merupakan penyakit reproduktif tetapi adakalanya tiimbul pada teratoma.
Terbagi dalam 2 jenis yaitu: choriocarsinoma non villosum (tidak ada bentuk villus, lebih ganans dari bentuk kedua), dan choriocarsinoma villosum (disana sini ter-dapat/banyak bentuk villus).
*  Mola hidatidosa Komplek: mola mengisi seluruh cavum uteri fetusnya mati.
*  Mola hidatidosa Partial: mola hanya dibagian plasenta dan janin bisa hidup (jarang).
*  Mola Invasive:mola sudah invasive atau menyerbu kedalam jaringan dingin rahim, sehingga menyebabkan perforasi, tetapi lebih jarang mengadakan metastase.
*  Plasenta Site Tropoblastic Tumor
b.  Klinikal
*  Gestational tropoblastic Clisease: mola hidatidosa, mola invasive choriocarsinoma, plasental sitetropoblastic tumor.
*  Gestational tropoblastic tumor keganasan → seara klinik meningkatnya HCG dan metastase.
Fokus Pemeriksaan Fisik Pada Kehamilan Mola Hidatidosa.
*    Pada Pemeriksaan janin:
-     DJJ (-)
-     Tidak ada ballotement.
-     Tidak ada rangka janin pada rontgen foto
-     Tidak ada pergerakan janin.
*    Pemeriksaan pada Ibu:
-     Seperti pemeriksaan kehamilan.
-     Palpasi uterus membesar, teraba lembek tidak ada bagian-bagian janin.
-     Servik lembek
-     Perdarahan pervagina.
-     Hiperemesis lebih sering, lebih keras  dan lebih lama.
-     Preeklampsi atau eklampsi sebelum mgg ke-24.
*    Pemeriksaan Penunjang:
-     Kadar HCG meningkat dalam darah dan air kencing.
-     Reaksi Gali Mainini (+).
-     Hb kadang turun bila perdarahan banyak.
-     Hct kadang mengalami peningkatan bila terjadi perdarahan.
-     Proteinuria.
-     Foto rontgen: tidak ada rangka janin.
-     Pada percobaan sonde, sonde mudah masuk kedalam cavum uteri.
-     Arteriograf: adanya pengisian bilateral vena uterina yg dini.
-     Dengan suntikan zat kontras kedalam uterus memperlihatkan gambaran sarang tawon.
-     Ultrasonografi: gambaran badai salju.

Yang mungkin muncul pada kehamilan Molahidatidosa:
*    Gangguan perfusi jaringan s.d PIH (Prequecy Include Hyper-tensi).
*    Gangguan pemenuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan s.d nausea, vomit.
*    Kecemasan tentang potensial terjadinya keganasan.
*    Kurangnya volume cairan s.d. perdarahan.
*    Grieving atau kehilangan s.d. penghentian kehamilan.
*    Kurangnya pengetahuan tentang perubahan sistim reproduksi yg patologis.
*    Potensial komplikasi perdara-han.

Intervensi Keperawatan
*  Perawat preoperative.
*  Pendidikan kesehatan untuk individu dan keluarga.
*  Support psikososial.

PERDARAHAN PADA TRIMESTER TIGA

A.    SOLUTIO PLACENTA:
Pelepasan placenta yg implantasinya normal, terjadi setelah usia kehamilan 20 mgg.
* Klasifikasi:
۰  Marginal, pelepasan pada bagian pinggir, darah keluar.
۰  Centra/concealed, pelepasan pada bagian tengah, darah terkumpul.
۰  Kombinasi, pelepasan pada pinggir & tengah.
* Penyebab:
۰  Hypertensi (47%).
۰  Umur ibu >35thn.
۰  Multipara
۰  Umbilical cord pendek
۰  Perokok
۰  Overdistensi
۰  Trauma (pαy hydraminor, geneli)
* Tanda & gejala:
۰  Uterus tegang/nyeri pinggang bawah.
۰  Perdarahan pervagina → hitam
۰  Tanda & gejala fetal distress.
۰  Tanda shock.
* Diagnosa: Ultrasound.
* Penanganan:
۰  Kehlangan darah.
۰  Fetal maturity.
۰  Fetal well-being
Jika abruptio ringan, tentukan umur kehamilan → kurang dari 36 mgg → observasi & monitoring janin.
umur kehamilan > 36 mgg→tindakan melahirkan

ABRUPTIO PLACENTA

Revealed bleeding
Concealed Bleeding
Partyally revealed Bleeding

Tingkatannya :   Ringan
                           Sedang
                           Berat

Gbr. Concealed           Revealed
         Vasa
         praevia      

pengkajian kep. Pada Abrutio placenta.
1.  riwayat peny. & pemeriksaaan fisik
2.  pemeriksaan darah u/ menentukan kadar Hb, Hcl trombo, waktu prothrombin & fibrinogen.
3.  pemberian cairan & elektrolit (infus)..
4.  transfusi bila diperlukan.

Penanganan rumah:
*  Tidur miring tanpa antal
*  Observasi /15ml
*  Morphin 15-20 mg
*  Infusan
*  Transfer ke RS
Rumah Sakit
*  Restore Blood los
*  Vk
*  Pemeriksaan darah
*  Observasi ketat.
*  Uterus harus dikosongkan.
Komplikasi
*  Gangguan koagulasi.
*  Akut renas ..??
*  Post fartum haemo
*  Sheehan’s syndrom
*  Infeksi
*  Anemia
*  Gangguan psychologi

P’kajian keperawatan pd abruptio Placenta.
1.    Riwayat peny & pem fisik.
2.    Pem darah u/ menentukan kadar Hb, Hct,trombo,wkt prothrombin & fibrinogen.
3.    P’berian cairan & elektrolit (infus).
4.    Transfusi bila perlu.

Perbedaan placenta praevia & Abruptio placenta :…………………….

B.    PLACENTA PRAEVIA:
* Defenisi:
Adalah placenta yang menutupi jalan lahir/ostium internal.
* Klasifikasi:
۰    Marginal.
۰    Partial.
۰    Total.
۰    Low lying
* Penyebab:
Pasti blm diketahui, faktor predisposisi :
۰    Uterine scarring → abortus, post Scparitas tinggi, infeksi uterus, spasing yg pendek.
۰    Suplay drh yg tdk adekuat pd endoetrium → tumor uterin, multiple pregenancy, usia ibu > 35 thn.
* Tanda & gejala:
۰    Perdrhn per-vaginam → merah segar.
۰    Tdk ada rasa nyeri.
۰    Bag t’rendah anak blm msk PAP.
* Penanganan:
۰    Rawat di RS.
۰    Bedrest 72 jam.
۰    Obs ketat.
۰    Fetal monitoring.
۰    Infus.
۰    Periksa gol drh & Hb.
۰    Jika usia kehamilan 36 mg atau > → tindakan m’lahirkan.
* Pengkajian:
۰    Perdrhn : warna, jlh.
۰    Tanda vital ibu & fetal rate date.
۰    Pemeriksaan kehamilan.
* Masalah:
۰    Ggn rasa mana : cemas.
۰    Potensial shock hypo volemik.
۰    Potensial fetal distress.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar