Tampilkan postingan dengan label MATERNITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERNITAS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2013

PROLAPS UTERI

B.     PROLAPS UTERI

1.      Pengertian.
Prolaps uteri adalah turunnya uterus dari tempat yang biasa dan disebut juga desensus uteri.
2.      Etiologi.
* Dasar panggul yang lemah oleh kerusakan dasar panggul pada partus (ruptura perinei atau regangan) atau karena umur yang lanjut.
* Retinaculum uteri lemah (astheni, atau kelainan genital).
* Tekanan abdominal yang meningkat karena ascites, tumor, batuk yang kronis  atau mengejan (obstipasi atau stricur dari tractus urinalis).
* Pada wanita yang belum mempunyai anak, menunjukkan kelemahan bawaan atau kelemahan perkembangan dari jaringan penyambung pelvis.
Terutama terjadi pada orang tua dan pada retroflexio uteri.
Menurut beratnya dapat dibagi tiga tingkat :
-         Prolapsus vaginae (prolaps dinding vagina).
-         Prolaps uteri (portio nampak dalam vulva).
-         Prolapsus totalis, procidentia (corpus uteri terdapat di luar vulva).
a.      Kalau dasar panggul rusak tapi retinaculum uteri kuat maka uterus tetap pada tempatnya tapi dinding vagina menonjol :
Kalau diafragma urogenitalis rusak terjadi cystocele.
Pada rutura terjadi rectocele.
Karena dinding vagina menarik pada portio terjadi elongatio colli.
Akhirnya ligamentum cardinale juga lemah karena diregang.
b.     Kalau retinaculum uteri lemah  (terutama ligamen cardinalis) maka terjadi descensus uteri, mula-mula tanpa prolapsus vaginae. Pada pemeriksaan, dasar panggul cutup kuat.
3.      Gejala.
Prolaps dapat terjadi secara akut dalam hal ini dapat timbul gejala nyeri yang sangat, muntah dan collaps.
Prolaps akut jarang terjadi.
Prolaps yang berangsur-angsur menimbulkan gejala :
-         Perasaan berat diperut bagian bawah.
-         Nyeri dipinggang.
-         Incontinentia urine karena pada cystocole dinding belakang urethra tertarik sehingga faal sphincter kurang sempurna.
-         Kesukaran defecase pada rectocele.
-         Coitus terganggu.
-         Flour albus karena bendungan vena dan kolpitis.
-         Menarrhagi karena bendungan.
-         Infertilitas karena cervicitis.
-         Decubitus.

4.      Klasifikasi.
-          
5.      Diagnosa.
Pada prolapsus yang ringan pasien
6.      Bentuk-bentuk.
7.      Profilaksis.
8.      Therapi.

TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN



KEHAMILAN

A.    PRESUMTIVE SIGN
  1. Aminorrhoe
  2. Mual dan muntah
  3. Perubahan peyaudara
  4. Peningkatan frekwensi berkemih
  5. Leukorea
  6. Tanda chadwicks
  7. Quicekening
B.     PROBABLE
  1. Tanda Hegar
  2. Isthmus uteri lunak dan dapat ditekan, seolah-olah corpus uteri terpisah dari serviks
  3. Tanda goodells melunaknya serviks (6 minggu)
  4. Ballotement
  5. Kontraksi braxton hicks
  6. Piskacek sign
  7. PP test (+)
C.     POSITIVE SIGN
  1. Terdengar DJJ
  2. Teraba bagian-bagian janin
  3. Adanya hasil konsepsi dari pemeriksaan USG
  4. Adanya gambaran skeleton janin
  5. Merasakan gerakan janin
  6. Mencatat EKG janin
D.    PENGHITUNGAN TAKSIRAN PARTUS DAN USIA KEHAMILAN
  1. Hukum Negel
  2. Usia Kehamilan
-          Pemeriksaan Leopold
-          HCHT
-          Ditimbang 4,5 bulan dari waktu ibu merasakan janin hidup “ Filling Life “ ( Quickening)
-          Menurut spiegelberg : dgn cara mengukur TFU dari simphisis maka diperoleh
a.       22 – 28 mg            : 24 – 25 Cm
b.      28 minggu             : 26,7 Cm
c.       30 minggu             : 29,5 – 30 Cm
d.      32 minggu             : 29,5 – 30 Cm
e.       34 minggu             : 31 Cm
f.       36 minggu             : 32 Cm
g.      38 minggu             : 33 Cm
h.      40 minggu             : 37,7 Cm
  1. Menurut Mc Donald
Tinggi Fundus Uteri (cm) X 8/7 = (mg)
Perhitungan tekasiran BB janin
BB = (MD – 12 ). 155



ASKEP MELAHIDATIDOSA



ASUHAN KEPERAWATAN

A.     Pengkajian meliputi :
  1. Observasi / inspeksi,                6. Abdomen
-          auskultasi,                                7. Fundus
-          palpasi dan                              8. Lochea
-          perkusi                         9. Eleminasi
  1. Penampilan umum                               10.Perinium
  2. Nadi dan tekanan darah                       11.Episiotomi
  3. Temperatur                                          12.Insisi SC
  4. Penyudara                                            13.Hemoroid
  5. Abdomen                                             14. Ektermitas

B.     Ng Diagnosis
  1. Altered bowel elemination R.to decreased bowel motility and abd.muscletone, dehydration, painful defecation
  2. Altered patterns of urinary elemination R.to PP diuresis and urinary retention from post delevery edema
  3. Pain related to uterine consiotomy, laceration hemoroid breast engorgement, surgical inc
  4. Impaired skin intergrity R.to surgical incision or laceration
  5. Risk for infection R.to impaired skin integrity and tissue trauma from childbirth
  6. Fluid volume difisit R.to Blood loss
  7. Altered nutrition : less than body requirements R.to incerease need eith lactation
  8. Sleep pattern disturbance R.to physical discomforts or to the newborns feeding needs
  9. Situational low self esteen R.to lack of knowledge about physilogic processe, self care and newborn care, altered body image, emotional moodiness, and changes in personal and role identities

C.     Perencanaan dan Pelaksanaan
Monitoring dan Supporting Status fisiologis Ibu meliputi :
  1. Tanda Umum
  2. Mon. lechea
  3. Mon ekst. (thromboflebitis)

Peningkatan Fungsi Tubuh :
  1. Pemulihan fungsi kandung kemih
  2. Pemulihan fungsi saluran cerna
  3. Peningkatan istirahat dan kenyamanan dari kont. Uterus
  4. Ketegangan otot dan kelelahan nyeri post SC
  5. Perawatan perinium
  6. Perawatan payudara

Adaptasi Psikologi
  1. Gambaran tubuh
  2. Konsep diri

Promosi Kesehatan dengan H. E khususnya pada early PP :
  1. Penyuluhan tentang :
-          Senam nifas
-          Breast care
-          Perawatan bayi
-          Perencanaan pulang
  1. Kontrasepsi dam seksualitas

MELAHIDATIDOSA


A.     Definisi Molahidatidosa
Molahidatidosa adalah perubahan abnormal dari villi chorionic menjadi sejumlah kista yg menyerupai buah anggur yg dupenuhi dng cairan

B.     Etiologi Molahidatidosa
Secara pasti belum diketahui, tiap faktor yg mungkin
  1. Status sosial ekonomi rendah
  2. Umur
  3. Multipara
  4. Nutrisi kurang
  5. Anomali kromosom
  6. Imbalance hormonal

C.     Patofisiologi Molahidatidosa
  1. Menurut teori Messed Abortion

Mudigah mati 3 – 5 minggu ( kekurangan asam folat
 

Gangguan peradaran darah


 
Penimbunan cairan dalam jaringan mesenkim villi


 
Gelembung – gelembung

  1. Menurut teori Neoplasma dari Park

Sel-sel tropoblas abnormal

Fungsi abnormal

Resorbsi cairan ke villi meningkat


 
Gelembung – gelembung


 
Gangguan peredaran darah

D.     Tanda dan Gejala Kehamilan Molahidatidosa
  1. Perdarahan pervaginam warna merah kehitaman yg bisa menyebabkan anemia
  2. Rahim lebih besar dari usia kehamilan
  3. Hyperemis lebih sering terjadi, lebih keras dan lebih lama karena peningkatan kadar HCG melampaui nilai normal
  4. Kemungkinan timbul preeklamsi atau eklamsi sebelum minggu ke 24 dgn tanda-tanda hypertensi 140 / 90 mmHg atau sistolik meningkat lebih 30 mmHg diastolik meningkat 15 mmHg, bisa diserta edema atau proteinuria
  5. Tidak ada tanda-tanda adanya janin tidak ada ballotement, tdk ada bunyi jantung janin, dan tdk tampak rangka janin pd sosnografi. Pada Molahidatidosa partialis, keadaan yg jarang terjadi dpt diketemukan janin
  6. Kadar HCG tinggi dalam darah dan air kencing
  7. Mulas tidak jarang
  8. Muka klien agak cekung dan kemerahan
  9. Bisa sampai anemia
  10. Aborsi pada minggu ke 12 – 14 kehamilan

E.      Jenis – jenis Penyakit Tropoblas
  1. Histopatologi
a.       Chriocarsinoma Gestational
Tumor ganas (maligna) dari tropoblas dan biasanyaa timbul setelah karena kehamilan mola, kadang-kadang setelah abortus atau persalian, merupakan penyakit masa reproduktif etapi ada kalanya timbul pada teratoma
Terbagi dalam 2 jenis yaitu :
1.      Chriocarsinoma non villosum (tidak ada bentuk villus, lebih ganas dari jenis ke dua)
2.      Chriocarsinoma villosum (disana sini terdapat / banyak bentuk villus)
b.      Mola Hidatidosa Komplek : mola mengisi seluruh cavum uteri fetusnya mati
c.       Mola Hidatidosa Partial : mola hanya dibagian dari placenta dan janin bisa hidup (jarang)
d.      Mola Invasive : mola sudah invasive atau menyebar ke dalam jaringan dinding rahim, sehingga menyebabkan perforasi, tetapi lebih jarang mengadakaan metastase
e.       Plasental Site Trophoblastic Tumor

  1. Klinikal
a.       Gestational tropoblastic clisease : Mola Hidatidosa, mola invasive choriocarsinoma, placenta site tropoblastic tumor
b.      Gestational trophoblastic tumor keganasan -ร  secara klinik meningkatnya HCG dan metastase.

F.      Gambar.




G.     Fokus Pemeriksaan Fifik pada Kejamilan Mola Hidatidosa
  1. Pada Pemeriksaan Janin
-          DJJ Negatif
-          Tidak ada ballotement
-          Tidak ada rangka janin pd rontgen foto
-          Tidak ada pergerakan janin
  1. Pemeriksaan pada Ibu
-          Seperti pemeriksaan kehamilan
-          Palppasi uterus membesar, teraba lembek, tidak ada bagian-bagian jani
-          Servikx lembek
-          Perdarahan pervaginam
-          Hiperemis lebih sering, lebih keras dan lebih llama
-          Preeklamsi atau   eklampsi sebelum minggu ke 2
  1. Pemeriksaan Penunjang
-          Kadar. CG meningkat dlm darah dan iar kencing
-          Reaksi Galli Mainini positif
-          Gb kadang turun bila perdarahan banyak
-          HCt kadang mengalami peningkatan bila terjadi perdarahan
-          Peritonuria
-          Foto rontgen : tidak ada rangka janin
-          Pada percobaan sonde, mudah masuk ke dlm cavum uteri
-          Arteriografi : adanya pengisisan bilateral vena uterina yg dini
-          Dengan suntikan zat kontras ke dlm uterus memperlihatkan gambaran sarang tawon
-          Ultrasonografi : gambaran badai salju

H.     Masalah yang Mungkin Muncul pada Kehamilan Molahidatidosa
  1. Gangguan perfungsi jariinga\n s//d . PIH((Preqquancy Include Hypertensii
  2. Gangguan pemenuhan nutrisi 4: kurang daarii k.ebbutuhan s/d nausea, vomit
  3. Kecemasan tentang potensial terjdinya keganasan
  4. Kurangnya volume cai]ran s/d perdarahan
  5. Greiving atau kehilangan s/d penghentian kehamilan
  6. Kurangnyya pengetahuan tentang perubahan sistem reproduksi yg patologis
  7. Potensial komplikasi perdarahan

I.        Intervensi Keperawatan
  1. Perawatan pre operative
  2. Pendidikan kesehatan untuk individu dan keluarga
  3. Support psikososial