Jumat, 20 Desember 2013

INFERTILITAS




I.       GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI.
            Kelainan menstruasi yang dijumpai dapat berupa kelainan siklus atau kelainan dari jumlah darah yang dikeluarkan dan lamanya perdarahan.

A.    Amenorrhoe.
            Amenorrhoe adalah tidak adanya haid selama 3 bulan.
Amenorrhoe bukan suatu penyakit tetapi merupakan suatu gejala.
Amenorrhoe Primer :
Adalah Seorang wanita yang belum pernah mendapat menstruasi dan belum boleh didiagnosa sebelum wanita tersebut mencapai usia 18 tahun.
Amenorrhoe Sekunder :
Adalah hilangnya haid setelah menarche.
Amenorrhoe Fisiologi dapat terjadi pada :
1.      sebelum pubertas.
2.      pada masa kehamilan.
3.      masa laktasi ; bagi ibu yang tidak menyusui haid akan datang ± 3 bulan post partum, sedangkan bagi ibu yang menyusui ± 6 bulan post partum.
4.      pada masa menopause.

Klasifikasi Amenorrhoe
1.      Dysfungsi hypothalamus.
a.      Idiopatis.
~       Reaktif psikogen : kesedihan, pindah lingkungan, kehamilan palsu.
~       Anorexia nervosa.
b.     Psikogen.
c.      Dengan penambahan berat badan.
d.     Kelainan organis : tumor, trauma, infeksi, proses-proses degeneratif.
2.      Dysfungsi hypofise.
a.      Insufisiensi : terjadi sheehan syndrome.
b.     Tumor : Chromophobe, acidophil (acromegali), basophil adenoma (cushing
c.      Radang : proses degeneratif ® TBC, lues.  
3.      Dysfungsi Ovarium.
a.      Kelamin kongenital : hypoplasia ovarii, syndrom turnerr, hermaproditis mus.
b.     Ovarium polykistik (Stein-Leventhal).
c.      Tumor.
d.     Radiasi.
4.      Periferi tidak bereaksi.
Endometrium tidak bereaksi misalnya karena kuretase (asherman syndrom) atau TBC.
5.      Penyakit-penyakit lain.
a.      Penyakit kronis : TBC.
b.     Penyakit metabolik : thyroid, pancreas, suprarenalis.
c.      Kelainan gizi.
d.     Kelainan hepar dan ginjal.
           
Pada beberapa keadaan terdapat amenorrhoe dan galactorrhoe (pengeluaran air susu yang berlebihan). Keadaan tersebut  didapatkan pada keadaan :
1.      Syndrom Chiari-Frommel.
Terjadi setelah kehamilan dan merupakan amenorrhoe laktasi yang berkepanjangan. Diduga keadaan inidisebabkan oleh inhibisi dari hormon P.I.F (Prolactin Inhibiting Factor) dari hypofise..
2.      Syndrom Forbes-Albright.
Disebabkan oleh adenoma chromopob.
3.      Syndrom Ahoemada-del Costello.
Tidak ada hubungannya dengan kehamilan atau tumor hypofise. Diduga oleh karena obat-obatan yang dikonsumsi seperti kontrasepsi, dan phenotiazin.
Therapi.
Therapi diberikan menurut etiologi, secara umum dapat diberikan :
1.      hormon-hormon untuk merangsang ovulasi :
~       Clomphen : merangsang hypothalamus.
~       Gonadotropin sebagai substitusi therapi.
~       Mengadakan  rebound phenomen dengan hormon : progestin, oral pills.
2.      radiasi dari ovarium.
3.      thyroid : kalau ada hypofungsi glandula thyroid.
4.      kesehatan umum harus diperbaiki.
5.      gizi lebih ditingkatkan.

1.2         Pseudo Amenorrhoe (Kryptomenorrhoe
            Pada  keadaan ini haid  ada, tetapi darah tidak tampak keluar karena tertutupnya serviks,  vagian atau hymen.
a.      Gynatresia ini di bagi:
1.     Conganital: Paling sering terjadi atresia hymenalis dimana hymen tidak b’lubang.
2.     Acquisita          : Perlekatan saluran cervix atau vagina karena radang Go, diphteri, partus, sennilias.
Therapi:
Pada atresia hymanalis dilakukan insisi dan eksisi hymen. Karena darah tua ini merupakan media yang baik untuk kuman-kuman maka operasi ini harus dilakukan dengan steril.
1.3         Menstruatio Praecox.
Pendarahan pervagina pada anak muda belum tentu suatu menstruasi, karena dapat disebabkan oleh sarcoma dari uterus atau vagina. Yang dimaksud dengan menstruasio praecox ialah pendarahan pada anak muda kurang dari  8 – 10 tahun yang disertai dengan timbulnya tanda-tandaa kelamin sekunder sebelum waktunya. Tanda-tanda kelamin sekunder ialah timbulnya rambut kemaluan, pertumbuhan buah dada dan haid.
Dapat dibagi menjadi:

A. Pubertaas Praecox: t’bentuk gonadotropin, dapat menjadi hamil.

1.     Idiopatis: hypofise lebih cepat m’hasilkan gonadotropin.

2.     Pubertas  praaecox ceerebal, karena kelamin otak seperti kelamin tuber cinereum, hydrocepalus, potencephalitis, tumor otak dll.

3.     Dyspiasia tulang finbriotic (Albright syndrom).

4.     Tumor-tumor yg menghasilkan gonado tropin: choriocarcinnoma dari ovarium.

B. Pseudopubertas

     Tidak ada gonadotropin, disebabkan oleh:
1.     Granolosa dan theca sel tumor.
2.     Gangguan gl. Suprarenalus.
3.     therapi hormonal.
Therapi.
Tumor-tumor penyebab harus dieksterpasi.


1.4         Polymenorrhoe.
Frekwensi haid sering, jadi  siklus pendek kurang dari 25 hari.
a.      Kalau siklus pendek tapi teratur, ada kemungkinan  :
   Stadium proliferasi pendek.
   Stadium sekrei pendek.
   Keduanya pendek.
Yang paling sering dijumpai ialah pemendekan stadium proliferasi. Kalau siklus lebih pendek dari 21 hari maka kemungkinan besar juga stadium sekresi pendek. Hal ini menyebabkan infertilitas.
b.      Siklus yang tadinya normal menjadi pendek.
Gejala ini biasanya disebabkan pemendekan stadium sekresi karena korpus luteum lekas mati.
Ini sering terjadi karena dysfungsi ovarium pada :
   Climakterium.
   Puberas.
   Penyakit (TBC).
Therapi.
Stadium proliferasi dapat dapat diperpanjang dengan estrogen dan stadium sekresi dengan kombinasi estrogen-progesteron.

1.5         Hypomenorrhoe.
            Pada hypoplasia uteri, karena uterus tidak berkembang baik. Lamanya perdarahan, secara normal haid sudah berhenti dalam 7 hari, kalau haid lebih lama dari 7 hari maka daya regenarasi selaput lendir kurang. Misalnya pada endometritis, myoma atau carsinoma dari corpus uteri.
1.6         Oligomenorrhoe.
            Haid jarang siklus panjang.
Oligomenorrhoe terjadi kalau siklus lebih dari 35 hari. Sering terdapat pada wanita yang asthenis. Oligomenorrhoe yang menetap dapat terjadi akibat dari :
a.      Perpanjangan stadium follikuler.
b.      Perpanjangan stadium luteal.
c.      Kedua stadium diatas menjadi panjang.
Kalau siklus sekonyong-konyong menjadi panjang, keadaan itu dapat disebabkan oleh faktor berikut :
a.      Pengaruh psikis.
b.      Pengaruh penyakit, TBC.
            Pada umumnya oligomenorrhoe yang ovulatoral tidak memerlukan therapi. Kalau mendekati amenorrhoe maka dapat diusahakan mengadakan ovulasi.
Banyaknya perdarahan ditentukan oleh :
a.      Lebarnya pembuluh darah : pada hypoplasia uteri, astheni, tumor-tumor yang mengurangi daya kontraksi seperti myoma.
b.      Banyaknya pembuluh darah yang terbuka atau luasnya luka : pada uterus myomatosus, endometriosisinterna.
c.      Tekanan intravaskuler : tekanan arteriil meninggi, pada decompensatio cordis, tumor-tumor, kelainan letak.
d.     Daya beku darah. (diathese haemorrhagica) : pada pada penyakit werlhoff atau hemofili.
            Diketahui bahwa haid terlalu banyak kalau ada bekuan darah dalam darah haid. Lamanya perdarahan ditentukan oleh daya penyembuhan luka atau daya regenerasi endometrium.
Daya regenerasi berkurang pada infeksi, myoma atau polyp dan pada carcinoma.
1.7         Hypermenorrhoe (Menorrhagia).
Pengeluaran darah yang terlalu banyak biasanya disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi, jadi pada siklus yang teratur, disebut menorrhagia.
Sebab-sebab :
a.      Hypoplasia uteri.
Menurut beratnya, hypoplasi dapat m’akibatx 
~       Amnerrhoe (uterus sangat kecil).
~       Hypomenorrhoe (uterus kecil jadi luka kecil).
~       Menorrhagia karena tonus otot rahim kurang.
Therapi : uterotonika.
b.      Astheni.
Menorrhagi aterjadi karena tonus otot pada umumnya kurang.
Therapi :  uterotonika, roborantia.
c.      Selama atau sesudah menderita suatu penyakit atau kerena terlalu lelah juga karena tonus otot yang kurang.
d.     Myoma uteri.
Menorrhagia pada myoma disebabkan oleh :
~       Kontarksi otot rahim yang kuat.
~       Cavum uteri luas.
~       Bendungan pembuluh darah balik.
Therapi : uterotonika atau operasi.
e.      Hypertensi.
f.       Decompensatio cordis.
g.      Infeksi : endometrisis, salpingitis, infeksi menyebabkan hyperemia.
h.      Retrofleksi uteri karena bendungan pembuluh darah balik.
i.        Penyakit darah : hemofili..

1.8         Metrorrhagia.
Metrorrhagia ialah perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid. Dapat dibagi sebagai berikut :
a.      Metrorrhagia yang disebabkan oleh adanya kehamilan, seperti :
1.     Abortus.
2.     Kehamilan ektopik.
b.      Metrorrhagia diluar kehamilan.
Penyebab :
1.     Karena luka yang tidak sembuh.
    Carcinoma dari corpus uteri.
~       Biasanya terjadi pada wanita dalam menopause.
~       Lebih sering pada wanita yang tanpa anak.
~       Flour albus bercampur darah.
    Carcinoma cervitis (portionis) uteri sering ditemukan pada :
~       Wanita mendekati klimakterium.
~       Wanita yang mempunyai banyak anak.
Lebih sering dari pada carcinoma corpus uteri. Timbul perdarahan kontak dengan flour albus berdarah.
2.     Peradangan yang haemorrhagis.
    Endometritis hemorrhagis seperti pada endometritis senilis, endometritis post partum.
Perlu dilakukan kuretase maupun th/.
    Kolpitis hemorrhagica sprti kolpitis pada senilis.
Therapi: substitusi th/ dgn estrogen.
3.     Hormonal.
Metrorhagia dapat juga dibagi sbb :
    Perdarahan anatomis  y/ perdarahan yang disebabkan karena ada kerusakan pada traktus genetalia.
    Perdarahan fungsional atau dysfungsional yang tidak ada hubungannya dengan tumor, peradangan atau kehamilan.
1.9         Dysmenorrhoe
Nyeri sewaktu haid disebut dysmenorrhoe. Nyeri ini terasa diperut bagian bawah dan atau didaerah bujur sangkar michaelis. Nyeri ini dapat terasa sebelum dan sesudah haid dapat bersifat colik terus menerus. Nyeri ini diduga karena spasme.
Etiologi :
a.      Dysmenorrhoe primer : sejak menarche, haid nyeri dan tidak ada kelainan dari alat kandungan.
Sebab :
~       Psikogen.
~       Konstitusionil : anemia, TBC, kelelahan.
~       Obstruksi : cervix sempit, hyperante fleksio, retrofleksio, hypoplasi uteri.
~       Endokrin.
Therapi :
~       Psikotherapi.
~       Analgetik.
~       Hormonal : pada siklus yang anovulator tidk ada dysmenorrhoe jadi kita p’gunakan obat-obat yg m’cegah ovulasi.
b.      Dysmenorrhoe sekunder : terjadi kemudian, biasanya terdapat kelainan.
Terjadi pada :
~       Infeksi : nyeri terasa sebelum haid.
~       Myoma submucosa, polyp corpus uteri : nyeri bersifat kolik.
~       Endometriosis : nyeri disebabkan tekanan oleh tumor atau perlekatan-perlekatan. Nyeri masih ada setelah haid berhenti.
~       Retrofleksio uteri fixata.
~       Gynatresi.
Therapi : Causal.
INFERTILITAS

Infertil ad/ k’tdkmampuan u/mengandung stlh 1 thn dlm hub yg normal & tdk m’gunakan kontrasepsi apapun.
Normalnya psgn dpt hamil dlm 6 bln 65 % dan 80 % dlm 1 thn.
Klasifikasi
-     Primer : psg yg blm pernah m’alami kehamilan.
-     Sekunder : psgn yg pernah tjd konsepsi sblmnya
Sebab-sebab infertil
1.  infertildisengaja
a.  o/ suami :
۰    coitus interruptus.
۰    Condom.
۰    Sterilisasi.
b.  o/ isteri :
۰    cara rkyt sprt irigasi air garam jenuh.
۰    Istibra berkala.
۰    Kimiawi sprt tablet & salep.
۰    Cara mekanis : pessarium occlusivum.
۰    IUD.
۰    Oral pil.
۰    Injectables.
۰    Sterilisasi.
2.  infertil tdk disengaja.
a.  pd suami :
۰    ggn spermatogenesis (aspemia, hypospermis, necrospermia ) mis k/ kelainan at/ pykt testis, kelainan endokrin.
۰    Kelainan mekanis shg sperma tdk bisa dikeluarkan ke dlm puncak vagina sprt : impotensi, ejaculati praecox, penutupan ductus deferens, hypospadia, phymosis.
۰    Kemandulan yg disbbkan o/ pria 35-40%.  
b.  Pd isteri.
۰    Ggn ovulasi mis k/ blm pernah m’alami kehamilan.
۰    Kelainan mekanis yg m’halangi pembuahan sprt kelainan tuba, endometriosis, stenosis canalis cervikalis atau hymen, flour albus.
۰    Kemandulan yang disebabkan isteri ialah 40-50 %.
۰    Pada 10-20 % sebabnya tidak jelas.


Pemeriksaaan yg utama :
1.  Pem  ovulasi.
2.  Pem  sperma.
3.  Pem  lendir cervix.
4.  Pem  tuba.
5.  Pem  endometrium.
Adanya ovulasi, sperma yg baik, lendir cervix yg normal, tuba yg paten & endometrium yg normal mrpx syarat mutlak u/ memungkinkan kehamilan.
1.  Pem ovulasi
Tjdnya ovulasi dpt diket dgn b’bgi pem.
a.  Pencatatan suhu basal dlm s/ kurve → klu siklus ovulator maka suhubasal bsft bifasis.
Ssdh ovulasi tjd kenaikan suhu basal disebabkan pengaruh progesteron.
b.   Dgn pem vaginal smear → p’btkn progesteron menimbulkan perubahan2 sitologis pd sel2 superfisial.
c.   

2.  Pem  sperma
3.  Pem lendir cervix
4.  Pem tuba
5.  Pemendometrium

Tidak ada komentar:

Posting Komentar