PERAWATAN
KELUARGA
07-11-02
Ada
beberapa pendekatan :
Ø Keluarga
sebagai unit masyarakat.
Ø Keluarga
m’pengaruhi kesehatan.
Ø Saling
t’kait.
Ø Sbg
p’ambilan keputusan.
Ø Saluran
yg efektif.
Nursing
prosesg
p’kajian g
evaluasi.
] P’KAJIAN/ASSESMENT
Tahapan
g
menurut Beylen , assesment I & II.
u/
m’ukur norma-norma keluarga baik pribadi maupun kelompok & menilai
kesanggupan keluarga dlm m’atasi masalah.
v Status/kesehatan
individu.
v Status
lingkungan keluarga.
v Dinamika/proses
dlm keluarga.
Keluarga
yg normal ad/
:
yg mampu
melaksanakan tugas-tugas kesehatan juga potensi yg dimiliki o/ keluarga.
I.
Pengkajian tahap I
] Data
yg diperlukan dlm p’kajian tahap I :
ü Struktur.
4 Anggota
keluarga & hub dgn kepala kelg.
4 Data
demografi g
unur, jenis kel, dll.
4 Tempat
tinggal anggota kelg.
4 Struktur
kelg (sosiologis yg b’kaitan dgn garis keturunan ibu/ayah).
4 P’ambilan
keputusan.
4 Pola
hidup sehari-hari.
ü Faktor
sosbud dan ekonomi.
4 P’hasilan.
4 P’luaran.
4 P’didikan
(formal, informal).
4 Suku
& agama (kepercayaan yg m’pengaruhi kesehatan).
4 Peran
anggota dlm kelg (suami, anak, isteri).
4 Partisipasi
anggota kelg dlm masyarakat.
ü Faktor
lingkungan.
4 P’rumahan
(keadaan rumah, ventilasi, fasilitas lain).
4 Lingkungan
tempat tinggal (kondisinya).
4 Fasilitas
sosial & kesehatan.
4 Fasilitas
komunikasi.
ü Riwayat
kesehatan tiap anggota keluarga.
4 Riwayat
kesehatan tiap anggota kelg.
4 Fisikal
assesment.
4 Nilai
yg dikemukakan thdp yankes yg diberikan o/ petugas, sumber yankes (pandangan
sehat-sakit).
4 P’alaman
dari yankes yg dialami.
4 Tanggapan
kelg thdp yankes yg diberikan o/ petugas.
Data
dasar keluarga
ò
t’gambar dlm
family fowder bisa dikumpulkan dengan cara :
4 Pemeriksaan
fisik.
4 P’kajian
g
wawancara, observasi, angket dll. Semua ini dianalisis u/ menentukan mslh
kesehatan.
Menurut
Beylen ada 3, yaitu :
ü Health
threat (HT).
ü Health
defisit (HD).
ü Krisis.
Kerangka
kelg menurut Beylen :
Tahap
I
Ad. 1. health
treath (ancaman kesehatan).
Ad/
suatu keadaan yg dapat memungkinkan terjadinya
penyakit at/ kecelakan & at/ kegagalan dlm m’capai potensi kesehatan.
Ex
:
4 Penyakit
keturunan.
4 Bahaya/proses
penularan.
4 Jmlh
anggota melebihi basis SDM.
4 Resiko
kecelakaan, mis : lingkungan yg curam, gizi kurang/lebih.
4 Stress,
konflik internal (anak dgn ortu, suami dgn isteri).
4 Sanitasi
lingkungan yg jelek (luas rumah tidak memenuhi kebisingan, ventilasi dll).
4 Kebiasaan
yg kurang baik (merokok, anak tdk pakai alas kaki, k/ kebiasaan, makan daging
mentah, minum alkohol.
Ad. 2. Health
defisit (keadaan lebih/tidak sehat)
4 Gagal
dlm memantapkan kesehatan.
4 Sakit
at/ kegagalan dlm tumbang g
health defisit.
Ad. 3. Krisis
Suatu
keadaan, p’alaman yg dihadapi klg & menuntut penyesuaian dari klg tsb thdp
kondisi yg tjd, misalnya :
4 Perkawinan
(kawin lari).
4 Kehamilan
(hamil diluar nikah/remaja).
4 P’salinan
& nifas.
4 Mjd
ortu (terlalu muda).
4 Aborsi.
4 Single
parent.
4 Kematian.
4 Kehilangan
pekerjaan.
4 Terlibat
narkoba.
II.
Pengkajian Tahap II
] Yg
menjadi dsr utama u/ menentukan ada 5 tugas kesehatan keluarga u/ melakukan
p’kajian secara subjektif :
1.
Mengenal masalah kesehatan keluarga.
2.
m’ambil keputusan.
3.
merawat anggota keluarga yg sakit.
4.
m’identifikasi suasana lingkungan
rumah.
5.
memanfaatkan fasilitas kesehatan.
Tahap II (u/
identifikasi kelg g
kemampuan dlm tugas kes klg) u/ menentukan nursing Dx.
Pada
tahap I g
mungkin kita tdk b’temu dgn klg hanya melihat file/data dsr dari family owder
dari PKM.
Pada
tahap II g
b’temu langsung dgn klg u/ dx (PES).
] Diagnosis.
1.
ketidaksanggupan mengenal masalah.
Penyebab
:
4 ketidak
tahuan.
4 Rasa
takut (sosek, fisik/psikologi).
4 Sikapi
falsafah hidup.
2.
ketidaksanggupan m’ambil keputusan
tindakan kesehatan.
Penyebab
:
4 tdk
mengerti sifat/berat mslh.
4 Mslh
¹ menonjol.
4 Rasa
takut.
4 ¹ mengerti jln keluar.
4 ¹ sanggup memilih tindakan.
4 Ketidakcocokan.
4 ¹ tahu fasilitas.
4 Sikap
negatif/kecenderungan orang u/ b’tindak.
4 Kurang
percaya (thdp petugas kes).
4 Salah
persepsi tentang informasi yg didpt.
3.
ketidakmampuan u/ merawat/menolong
anggota kelg yg sakit.
Penyebab
:
4 ¹ tahu keadaan penyakit.
4 ¹ tahu kebutuhan yankes.
4 ¹ ada fasilitas.
4 ¹/< informasi.
4 Sumber
¹ seimbang.
4 Sikap
negaitf.
4 Konflik
(SDM klg ¹ cukup ;
materi, org, waktu).
4 Pandangan
hidup.
4 Egois.
4.
ketidakmampuan memelihara lingkungan
rumah g
kes anggota keluarga.
4 sumber
¹ seimbang.
4 ¹ tahu manfaat hygiene/sanitasi.
4 Konflik
personal/psykologis.
4 ¹ tahu preventif.
4 Sikap/pandangan
hidup.
4 ¹ harmonis.
5.
ketidakmampuan m’gunakan sumber di
masyarakat guna pemeliharaan kes.
Penyebab
:
4 ¹ tahu/sadar ada fasilitas.
4 ¹ tahu manfaat.
4 Kurang
percaya/¹.
4 P’alaman
< baik dgn kesehatan.
4 Rasa
takut.
4 ¹ t’jangkau.
4 Rasa
asing.
4 Sikap/falsafah
hidup g
analisa data.
ò
diagnosa
keperawatan
(Mundongar)
:
4 P’nyataan
tentang respon yg ¹ sehat.
4 P’nyataan
ttg faktor-faktor yg m’p’tahankan respon ¹
sehat m’alami perubahan yg ¹
diharapkan.
ò
analisa
data
4 M’organisir
data.
4 M’kategorikan
data.
Ex :
|
Data
|
Mslh kes
|
Dx klg
|
|
O : data
dasar,
Data Pj II
S :
|
Mis : TBC.
HD
Krisis
|
1.
……..
2.
……..
3.
……..
|
Contoh yg lain
g
tahapan proses analisa data :
Data dasar
ò
analisa data
ò
masalah
kesehatan
ò
PJ II
ò
analisa data
PJ II
ò
diagnosa
] menentukan
prioritas masalah.
v Alasan
:
4 ¹ dpt ditangani sekaligus.
4 Sumber
daya kelg/perawat.
v Skala
menyusun prioritas masalah.
Kriteria Bobot
1.
Sifat masalah ……………………1
~
Ancaman kes ……………… 2
~
¹/<
sehat ………………… 3
~
Krisis …………………………1
2.
Kemungkinan mslh dpt diubah …2
~
Mudah ……………………2
~
Sebagian …………………1
~
¹
dapat ……………………0
3.
Potensi mslh dpt dicegah ……1
~
Tinggi ……………………3
~
Cukup ……………………2
~
Rendah ……………………1
4.
Penonjolan mslh ………………1
~
Mslh berat & segera ……2
~
Ada
mslh, ¹ segera ……1
~
Mslh & dirasakan …………1
Skoring
:
a)
Menentukan skor u/ setiap kriteria.
b)
Score / angka tertinggi x bobot
c)
Jumlah akhir keseluruhan bobot.
(standar
g
tampilan yg hrs dicapai)
(kriteria
g
indikator).
Faktor
yg hrs dipertimbangkan :
4 Peliknya
masalah.
4 Adanya
kelompok yg rawan menambah potensi masalah.
4 Lokasi.
Evaluasi
dilihat dari : standar performennya.
Kriteria
= indikator.
Langkah
:
1)
Buat base line masalah.
2)
Rumuskan tujuan masalah.
3)
Tentukan kriteria & standar.
Format
ada 3, yaitu :
1)
Freedman.
2)
Beylen.
3)
Maglaya.
KELUARGA
By setiawan 14/11’02
Dalam
s/ keluarga m’butuhkan p’hatian, keturunan, waktu & uang.
] Keluarga
merupakan :
ü s/
sistem sosial dgn fungsional requitremen.
ü Suatu
proses kelompok kecil.
ü Suatu
sistem sosial yg emiliki fungsi komplit
yg melayani individu sbg masyarakat tambahan.
Gaya hidup
keluarga
] Gaya
hidup klg g
sistem nilai budaya, nilai hub interpersonal yg perlu di tingkatkan.
] Value
sistim g
jaringan komunikasi (kwalitas).
] Communikasi
network g
sistim peran & p’ambilan keputusan di keluarga.
] Role
system g
kekuatan struktur (keuangan).
] Power
struktur g
anggota keluarga (kematian dlm keluarga).
Konsep
Fungsinya :
5
fungsi keluarga :
Ø Affektif
g
kebutuhan psikologis.
Ø Sosialisasi
& tempat-tempat sosial.
Ø Reproduksi
g
kebutuhan akan anak.
Ø Ekonomi
g
harus menunjang.
Ø Yankes
g
(health care).
Pendekatan U/ Pengembangan
] Didasarkan
pada pengamatan keluarga yang kelompokkan berdasarkan sejarah hidup yg alami.
(Duvall, 1977).
] (Rodgers,
1973) g mengikuti
contoh yang baik.
] (Goode,
1959) g
suatu urutan pengembangan yg universall.
] (Mederer
and Hill, 1989) g
mengikuti kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.
Perubahan
dalam peran, penyesuaian materi dan cara membesrkan anak.
Pola kesehatan fungsional g
toleransi koping/stress.
Defenisi
:
Kerusakan
perilaku adaptif & kemampuan pemecahan masalah dari seseorang dalam memenuhi
kebutuhan & peran hidupnya.
Faktor-faktor
yg berhubungan :
4 Krisis
situasi.
4 Krisis
maturitas.
4 Kerentangan
pribadi.
4 P’ubahan
hidup multipel.
4 ¹ ada liburan.
4 Relaksasi
¹ adekuat.
4 Sistem
p’dukung ¹ adekuat.
4 Latihan
¹ ada.
4 Nutrisi
buruk.
4 Harapan
tidak terpenuhi.
4 Kelebihan
beban kerja.
4 Terlalu
banyak batas waktu.
4 Persepsi
¹ terealisasi.
4 Metoda
koping tidak adekuat.
Batasan
karakteristik :
4 P’ubahan
dlm partisipasi sosial.
4 Laju
penyakit tinggi.
4 Laju
manusia tinggi.
4 Cenderung
minum alkohol.
4 Tekanan
darah tinggi.
4 Kelelahan
kronis.
4 Sering
sakit kepala.
4 Sering
sakit leher.
4 Kepekaan
umum.
4 Harga
diri buruk.
4 Ketegangan
emosional.
4 Persepsi
kronik, dll.
STRUKTUR PERAN KELUARGA
By.
Rayni 28/11/02
Freedman
g
p’kajian bisa t’potong-potong.
Mis :
Dilapangan,
kita temukan mslh komunikasi pd keluarga kita dpt m’kaji mslh komunikasi.
Beylen
g
mslh p’kajian hrs lengkap baru bisa dikaji.
Peran
ad/ serangkaian perilaku yg diharapkan.
4
bidang sasaran kajian struktur keluarga :
1.
Struktur peran formal.
4 Sbg
ayah, ibu, anak, saudara ♀.
4 Sebagai
suami, isteri, saudara ♂.
Contoh
:
a)
Peran sbg ayah g p’cari
nafkah.
b)
Peran sbg ibu g
m’urus suami & anak.
2.
Struktur peran informal & jenis-jenis hub sifat positif /negatif g Peran
melindungi, peran u/ keseimbangan keluarga (stabilisator), p’didik,
fasilitator.ex :
4 Peran
sebagai diktator/otoriter.
4 Peran
sbg penurut ( + / - ).
4 Peran
sbg inofator.
4 Peran
sbg motivator.
4 Melindungi.
4 Keseimbangan
(stabilisator).
4 Pendidik.
4 Fasilitator.
Jenis-jenis
hub dlm klg :
4 Hub
partliniear.
ü Hub
saudara dari garis keturunan ayah.
Mis : suku
Batak.
4 Hub
martilinear.
ü Hub
saudara dari garis keturunan ibu.
Mis
: Suku Padang.
4 Hub
komplemen.
ü Hub
saling melengkapi.
4 Hub
simetris.
ü Hub
suami isteri yg sejajar.
3.
Model-model peran.
4 Ortu
(mpy anak) g
bisa sebagai role model.
4 Dlm
organisasi, pemimpin sbg role model.
4.
Variabel-variabel yg m’pengaruhi
struktur peran.
a) Perbedaan-perbedaan
kelas sosial.
v Kelas
bawah g
peran ayah menjadi lebih diktator.
v Kelas
atas g bisa
dipengaruhi o/ stsus sosial.
b) Bentuk
keluarga
4 single
parent g terjadi peran ganda g
dpt menimbulkan konflik peran.
4 Keluarga
yg cerai g
nikah lagi (aya/ibu tiri).
c)
Budaya.
Bisa
m’pengaruhi struktur peran
Mis
: sorg isteri hrs mjd ibu RT, m’urus suami dan anak.
d) Peran
baru.
Pd
pasangan yg baru mpy anak g
shg hrs mpy peran baru yg hrs dijlnkan.
e) Pengaruh/andil.
Anak
yg sakit g
ibu yg paling b’pengaruh u/ lebih inisiatif merawat anak shg waktunya t’kuras
u/ merawat anak yg sakit tsb & ayah hrs lebih banyak m’cari uang u/
berobat.
NILAI-NILAI
KELUARGA
Defenisi :
Suatu sistem,ide,
sikap & kepercayaan ttg nilai suatu keselauruhan/konsep yg scr sadar maupun
¹ sadar m’ikat bersama-sama seluruh anggota
keluarga dlm suatu budaya lazim. (Parad
& Caplon, 1965).
] Nilai-nilai
b’fungsi sbg pedoman umum bg perilaku keluarga & m’bimbing p’kembangan aturan-aturan
dari keluarga.
] Nilai-nilai
tidak bersifat statis (dinamis).
] Nilai-nilai
tdk bersifat hierarkis (bertingkat).
Mis
: tiap-tiap individu didlm klg mpy
nilai-nilai t’sendiri, tetapi diatasnya mpy nilai-nilai klg yg hrs
dilaksanakan, bila ¹
sesuai dpt tjd konflik peran, biasanya ada nilai masyarakat.
] Nilai-nilai
dipelajari dari keluarga asal.
Mis
: kebiasaan dari orang tuayg diturunkan,
tapi ada jugayg ¹
diikuti.
] Nilai-nilai
keluarga ¹ hanya mrpkan
gambaran dari masyarakat dimana individu/keluarga tinggal, tapi juga
m’gambarkan subkultur-subkultur yg dgnnya keluarga m’identifikasi.
Mis
: nilai-nilai klg dpt dipengaruhi o/
nilai-nilai klg dgn budaya yg berbeda-beda.
Perbedaan
sistem nilai antara klie & profesional dlm perawatan keluarga memungkinkan terjadinya
konflik nilai (Lauver, 1980).
Mis
: klien & perawat tjd konflik nilai seperti g klien > percaya dukun dari pada RS
atau lagi sakit ¹
boleh mandi tapi dlm perawatan harus mandi.
Variabel
utama yg m’pengaruhi sistem nilai keluarga :
1)
Kls sosial g beda
kaya & miskin.
2)
Warisan budaya klg, tingkat akulturasi
budaya dominan & latar belakang agama.
3)
Perbedaan generasi.
Mis
:
4 Nilai
ortu g
dlm berbicara anak hrs diam.
4 Nilai
anak skrg g
mau ikut dlm pembicaraan.
FUNGSI
AFEKTIF
By. Novayanti 09/01/03
] Fungsi
afektif berhub dgn fungsi internal klg-perlindungan & dukungan psikososial
bagi para anggotanya.
] Klg
melakukan tugas yg menunjang tumbang yg sehat bagi anggotanya dgn memenuhi
kebutuhan sosial & ekonominya.
] Terjadi
sepanjang masa.
v Komponen
fungsi yg afektif
4 Memelihara
saling asuh.
4 P’{ hubungan yg akrab.
4 Keseimbangan
yg saling m’hormati.
4 Pertahanan
& identifikasi.
4 Keterpisahan
& keterpaduan.
4 Pola
kebutuhan respon.
4 Peran
theraupetik.
v Kebutuhan
sosial emosional anggota keluarga.
4 Mencintai
u/ kebutuhan diri sendiri.
4 Keseimbangan
antara dukungan & saling ketergantungan.
4 Keseimbangan
antara kebebasan & pengendalian.
4 Ketersediaan
model peran yg cocok.
v Masalah
keperawatan fungsi afektif.
4 Gangguan
proses keluarga.
4 Gangguan
mjd orang tua.
4 Potensial
gangguan mjd orang tua.
4 Berkabung
yg disfungsional.
4 Koping
keluarga yg ¹ efektif,
lemah.
4 Koping
keluarga yg ¹ efektif, ¹ mampu.
4 Potensial
terjadi kekerasan.
FUNGSI
SOSIALISASI
] Sosialisasi
b’langsung seumur hidup h
individu scr kontinyu berubah perilaku menerima sbg respon terhadap situasi yg
terpola scr sosial yg mereka alami.
] Dalam
terminologi pera :
Proses
p’{ atau p’ubahan
yg dialami o/ seseorang individu sbg hasil dari interaksi sisial.
Keberhasilan
sosial
|
ò
standar yg
berhub dgn usia yg berhub dgn sosialisasi.
v Masalah
keperawatan fungsi sosialisasi.
4 Perubahan
proses keluarga.
4 Perilaku
mencari pertolongan kesehatan.
4 Kurangnya
pengetahuan.
4 Konflik
peran orang tua.
4 Perubahan
menjadi orang tua.
4 Potensial
perubahan menjadi orang tua.
v Hasil-hasil
yg mungkin dari masalah sosialisasi
4 Perubahan
pertumbuhan & perkembangan.
4 Perubahan
pemeliharaan kesehatan.
4 Kurangnya
perawatan diri.
4 Harga
diri rendah.
4 Kurang
pengetahuan.
4 Isolasi
sosial.
4 Gangguan
interaksi sosial.
4 Potensial
terhadap tindakan kekerasan.
Thanks
“Amanat”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar