Jumat, 20 Desember 2013

KEPERAWATAN KELUARGA

PERAWATAN KELUARGA
07-11-02
Ada beberapa pendekatan :
Ø  Keluarga sebagai unit masyarakat.
Ø  Keluarga m’pengaruhi kesehatan.
Ø  Saling t’kait.
Ø  Sbg p’ambilan keputusan.
Ø  Saluran yg efektif.
Nursing prosesg p’kajian g evaluasi.
]  P’KAJIAN/ASSESMENT
Tahapan g menurut Beylen , assesment I & II.
u/ m’ukur norma-norma keluarga baik pribadi maupun kelompok & menilai kesanggupan keluarga dlm m’atasi masalah.
v  Status/kesehatan individu.
v  Status lingkungan keluarga.
v  Dinamika/proses dlm keluarga.
Keluarga yg normal ad/  :
yg mampu melaksanakan tugas-tugas kesehatan juga potensi yg dimiliki o/ keluarga.
I.            Pengkajian tahap I
]  Data yg diperlukan dlm p’kajian tahap I :
ü  Struktur.
4  Anggota keluarga & hub dgn kepala kelg.
4  Data demografi g unur, jenis kel, dll.
4  Tempat tinggal anggota kelg.
4  Struktur kelg (sosiologis yg b’kaitan dgn garis keturunan ibu/ayah).
4  P’ambilan keputusan.
4  Pola hidup sehari-hari.
ü  Faktor sosbud dan ekonomi.
4  P’hasilan.
4  P’luaran.
4  P’didikan (formal, informal).
4  Suku & agama (kepercayaan yg m’pengaruhi kesehatan).
4  Peran anggota dlm kelg (suami, anak, isteri).
4  Partisipasi anggota kelg dlm masyarakat.
ü  Faktor lingkungan.
4  P’rumahan (keadaan rumah, ventilasi, fasilitas lain).
4  Lingkungan tempat tinggal (kondisinya).
4  Fasilitas sosial & kesehatan.
4  Fasilitas komunikasi.
ü  Riwayat kesehatan tiap anggota keluarga.
4  Riwayat kesehatan tiap anggota kelg.
4  Fisikal assesment.
4  Nilai yg dikemukakan thdp yankes yg diberikan o/ petugas, sumber yankes (pandangan sehat-sakit).
4  P’alaman dari yankes yg dialami.
4  Tanggapan kelg thdp yankes yg diberikan o/ petugas.
Data dasar keluarga
ò
t’gambar dlm family fowder bisa dikumpulkan dengan cara :
4  Pemeriksaan fisik.
4  P’kajian g wawancara, observasi, angket dll. Semua ini dianalisis u/ menentukan mslh kesehatan.
Menurut Beylen ada 3, yaitu :
ü  Health threat (HT).
ü  Health defisit (HD).
ü  Krisis.
Kerangka kelg menurut Beylen :
Tahap I







Ad. 1. health treath (ancaman kesehatan).
Ad/ suatu keadaan yg dapat memungkinkan  terjadinya penyakit at/ kecelakan & at/ kegagalan dlm m’capai potensi kesehatan.
Ex :
4  Penyakit keturunan.
4  Bahaya/proses penularan.
4  Jmlh anggota melebihi basis SDM.
4  Resiko kecelakaan, mis : lingkungan yg curam, gizi kurang/lebih.
4  Stress, konflik internal (anak dgn ortu, suami dgn isteri).
4  Sanitasi lingkungan yg jelek (luas rumah tidak memenuhi kebisingan, ventilasi dll).
4  Kebiasaan yg kurang baik (merokok, anak tdk pakai alas kaki, k/ kebiasaan, makan daging mentah, minum alkohol.
Ad. 2. Health defisit (keadaan lebih/tidak sehat)
4  Gagal dlm memantapkan kesehatan.
4  Sakit at/ kegagalan dlm tumbang g health defisit.
Ad. 3. Krisis
Suatu keadaan, p’alaman yg dihadapi klg & menuntut penyesuaian dari klg tsb thdp kondisi yg tjd, misalnya :
4  Perkawinan (kawin lari).
4  Kehamilan (hamil diluar nikah/remaja).
4  P’salinan & nifas.
4  Mjd ortu (terlalu muda).
4  Aborsi.
4  Single parent.
4  Kematian.
4  Kehilangan pekerjaan.
4  Terlibat narkoba.
II.      Pengkajian Tahap II
]  Yg menjadi dsr utama u/ menentukan ada 5 tugas kesehatan keluarga u/ melakukan p’kajian secara subjektif :
1.        Mengenal masalah kesehatan keluarga.
2.        m’ambil keputusan.
3.        merawat anggota keluarga yg sakit.
4.        m’identifikasi suasana lingkungan rumah.
5.        memanfaatkan fasilitas kesehatan.
Tahap II (u/ identifikasi kelg g kemampuan dlm tugas kes klg) u/ menentukan nursing Dx.
Pada tahap I g mungkin kita tdk b’temu dgn klg hanya melihat file/data dsr dari family owder dari PKM.
Pada tahap II g b’temu langsung dgn klg u/ dx (PES).
]  Diagnosis.
1.        ketidaksanggupan mengenal masalah.
Penyebab :
4  ketidak tahuan.
4  Rasa takut (sosek, fisik/psikologi).
4  Sikapi falsafah hidup.
2.        ketidaksanggupan m’ambil keputusan tindakan kesehatan.
Penyebab :
4  tdk mengerti sifat/berat mslh.
4  Mslh ¹ menonjol.
4  Rasa takut.
4  ¹ mengerti jln keluar.
4  ¹ sanggup memilih tindakan.
4  Ketidakcocokan.
4  ¹ tahu fasilitas.
4  Sikap negatif/kecenderungan orang u/ b’tindak.
4  Kurang percaya (thdp petugas kes).
4  Salah persepsi tentang informasi yg didpt.
3.        ketidakmampuan u/ merawat/menolong anggota kelg yg sakit.
Penyebab :
4  ¹ tahu keadaan penyakit.
4  ¹ tahu kebutuhan yankes.
4  ¹ ada fasilitas.
4  ¹/< informasi.
4  Sumber ¹ seimbang.
4  Sikap negaitf.
4  Konflik (SDM klg ¹ cukup ; materi, org, waktu).
4  Pandangan hidup.
4  Egois.
4.        ketidakmampuan memelihara lingkungan rumah g kes anggota keluarga.
4  sumber ¹ seimbang.
4  ¹ tahu manfaat hygiene/sanitasi.
4  Konflik personal/psykologis.
4  ¹ tahu preventif.
4  Sikap/pandangan hidup.
4  ¹ harmonis.
5.        ketidakmampuan m’gunakan sumber di masyarakat guna pemeliharaan kes.
Penyebab :
4  ¹ tahu/sadar ada fasilitas.
4  ¹ tahu manfaat.
4  Kurang percaya/¹.
4  P’alaman < baik dgn kesehatan.
4  Rasa takut.
4  ¹ t’jangkau.
4  Rasa asing.
4  Sikap/falsafah hidup g analisa data.
ò
diagnosa keperawatan
(Mundongar) :
4  P’nyataan tentang respon yg ¹ sehat.
4  P’nyataan ttg faktor-faktor yg m’p’tahankan respon ¹ sehat m’alami perubahan yg ¹ diharapkan.
ò
analisa data
4  M’organisir data.
4  M’kategorikan data.
Ex :
Data
Mslh kes
Dx klg
O : data dasar,
      Data Pj II
S :
Mis : TBC.
          HT  
           HD
           Krisis

1.      ……..
2.      ……..
3.      ……..
Contoh yg lain g tahapan proses analisa data :
Data dasar
ò
analisa data
ò
masalah kesehatan
ò
PJ II
ò
analisa data PJ II
ò
diagnosa
]  menentukan prioritas masalah.
v  Alasan :
4  ¹ dpt ditangani sekaligus.
4  Sumber daya kelg/perawat.
v  Skala menyusun prioritas masalah.
Kriteria                                          Bobot
1.       Sifat masalah    ……………………1
~          Ancaman kes ………………   2
~          ¹/< sehat …………………      3
~          Krisis …………………………1
2.       Kemungkinan mslh dpt diubah   …2
~          Mudah     ……………………2
~          Sebagian     …………………1
~          ¹ dapat    ……………………0
3.       Potensi mslh dpt dicegah        ……1
~          Tinggi       ……………………3
~          Cukup      ……………………2
~          Rendah    ……………………1
4.       Penonjolan mslh      ………………1
~          Mslh berat & segera      ……2
~          Ada mslh, ¹ segera       ……1
~          Mslh & dirasakan    …………1
Skoring :
a)       Menentukan skor u/ setiap kriteria.
b)       Score / angka tertinggi x bobot
c)        Jumlah akhir keseluruhan bobot.

(standar g tampilan yg hrs dicapai)
(kriteria g indikator).
Faktor yg hrs dipertimbangkan :
4  Peliknya masalah.
4  Adanya kelompok yg rawan menambah potensi masalah.
4  Lokasi.
Evaluasi dilihat dari : standar performennya.
Kriteria = indikator.
Langkah :
1)       Buat base line masalah.
2)       Rumuskan tujuan masalah.
3)       Tentukan kriteria & standar.
Format ada 3, yaitu :
1)       Freedman.
2)       Beylen.
3)       Maglaya.

KELUARGA
By setiawan 14/11’02
Dalam s/ keluarga m’butuhkan p’hatian, keturunan, waktu & uang.
]  Keluarga merupakan :
ü   s/ sistem sosial dgn fungsional requitremen.
ü   Suatu proses kelompok kecil.
ü   Suatu sistem sosial yg emiliki fungsi komplit  yg melayani individu sbg masyarakat tambahan.

Gaya hidup keluarga
]  Gaya hidup klg g sistem nilai budaya, nilai hub interpersonal yg perlu di tingkatkan.
]  Value sistim g jaringan komunikasi (kwalitas).
]  Communikasi network g sistim peran & p’ambilan keputusan di keluarga.
]  Role system g kekuatan struktur (keuangan).
]  Power struktur g anggota keluarga (kematian dlm keluarga).
Konsep Fungsinya :
5 fungsi keluarga :
Ø  Affektif g kebutuhan psikologis.
Ø  Sosialisasi & tempat-tempat sosial.
Ø  Reproduksi g kebutuhan akan anak.
Ø  Ekonomi g harus menunjang.
Ø  Yankes g (health care).
Pendekatan U/ Pengembangan
]  Didasarkan pada pengamatan keluarga yang kelompokkan berdasarkan sejarah hidup yg alami. (Duvall, 1977).
]  (Rodgers, 1973) g mengikuti contoh yang baik.
]  (Goode, 1959) g suatu urutan pengembangan yg universall.
]  (Mederer and Hill, 1989) g mengikuti kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.
Perubahan dalam peran, penyesuaian materi dan cara membesrkan anak.
Pola kesehatan fungsional g toleransi koping/stress.
Defenisi :
Kerusakan perilaku adaptif & kemampuan pemecahan masalah dari seseorang dalam memenuhi kebutuhan & peran hidupnya.
Faktor-faktor yg berhubungan :
4  Krisis situasi.
4  Krisis maturitas.
4  Kerentangan pribadi.
4  P’ubahan hidup multipel.
4  ¹ ada liburan.
4  Relaksasi ¹ adekuat.
4  Sistem p’dukung ¹ adekuat.
4  Latihan ¹ ada.
4  Nutrisi buruk.
4  Harapan tidak terpenuhi.
4  Kelebihan beban kerja.
4  Terlalu banyak batas waktu.
4  Persepsi ¹ terealisasi.
4  Metoda koping tidak adekuat.
Batasan karakteristik :
4  P’ubahan dlm partisipasi sosial.
4  Laju penyakit tinggi.
4  Laju manusia tinggi.
4  Cenderung minum alkohol.
4  Tekanan darah tinggi.
4  Kelelahan kronis.
4  Sering sakit kepala.
4  Sering sakit leher.
4  Kepekaan umum.
4  Harga diri buruk.
4  Ketegangan emosional.
4  Persepsi kronik, dll.

STRUKTUR PERAN KELUARGA
By. Rayni 28/11/02
Freedman g p’kajian bisa t’potong-potong.
                      Mis :
Dilapangan, kita temukan mslh komunikasi pd keluarga kita dpt m’kaji mslh komunikasi.
Beylen g mslh p’kajian hrs lengkap baru bisa dikaji.
Peran ad/ serangkaian perilaku yg diharapkan.
4 bidang sasaran kajian struktur keluarga :
1.       Struktur peran formal.
4  Sbg ayah, ibu, anak, saudara .
4  Sebagai suami, isteri, saudara .
Contoh :
a)       Peran sbg ayah g p’cari nafkah.
b)       Peran sbg ibu g m’urus suami & anak.
2.       Struktur peran informal &  jenis-jenis hub sifat positif /negatif g Peran melindungi, peran u/ keseimbangan keluarga (stabilisator), p’didik, fasilitator.ex :
4  Peran sebagai diktator/otoriter.
4  Peran sbg penurut ( + / - ).
4  Peran sbg inofator.
4  Peran sbg motivator.
4  Melindungi.
4  Keseimbangan (stabilisator).
4  Pendidik.
4  Fasilitator.
Jenis-jenis hub dlm klg :
4  Hub partliniear.
ü  Hub saudara dari garis keturunan ayah.
Mis : suku Batak.
4  Hub martilinear.
ü  Hub saudara dari garis keturunan ibu.
Mis : Suku Padang.
4  Hub komplemen.
ü  Hub saling melengkapi.
4  Hub simetris.
ü  Hub suami isteri yg sejajar.
3.       Model-model peran.
4  Ortu (mpy anak) g bisa sebagai role model.
4  Dlm organisasi, pemimpin sbg role model.
4.       Variabel-variabel yg m’pengaruhi struktur peran.
a)       Perbedaan-perbedaan kelas sosial.
v  Kelas bawah g peran ayah menjadi lebih diktator.
v  Kelas atas g bisa dipengaruhi o/ stsus sosial.
b)       Bentuk keluarga
4  single parent  g  terjadi peran ganda g dpt menimbulkan konflik peran.
4  Keluarga yg cerai g nikah lagi (aya/ibu tiri).
c)        Budaya.
Bisa m’pengaruhi struktur peran
Mis : sorg isteri hrs mjd ibu RT, m’urus suami dan anak.
d)       Peran baru.
Pd pasangan yg baru mpy anak g shg hrs mpy peran baru yg hrs dijlnkan.
e)       Pengaruh/andil.
Anak yg sakit g ibu yg paling b’pengaruh u/ lebih inisiatif merawat anak shg waktunya t’kuras u/ merawat anak yg sakit tsb & ayah hrs lebih banyak m’cari uang u/ berobat.

NILAI-NILAI KELUARGA
Defenisi :
Suatu sistem,ide, sikap & kepercayaan ttg nilai suatu keselauruhan/konsep yg scr sadar maupun ¹ sadar m’ikat bersama-sama seluruh anggota keluarga dlm suatu budaya lazim. (Parad & Caplon, 1965).
]  Nilai-nilai b’fungsi sbg pedoman umum bg perilaku keluarga & m’bimbing p’kembangan aturan-aturan dari keluarga.
]  Nilai-nilai tidak bersifat statis (dinamis).
]  Nilai-nilai tdk bersifat hierarkis (bertingkat).
Mis : tiap-tiap individu didlm klg mpy nilai-nilai t’sendiri, tetapi diatasnya mpy nilai-nilai klg yg hrs dilaksanakan, bila ¹ sesuai dpt tjd konflik peran, biasanya ada nilai masyarakat.
]  Nilai-nilai dipelajari dari keluarga asal.
Mis : kebiasaan dari orang tuayg diturunkan, tapi ada jugayg ¹ diikuti.
]  Nilai-nilai keluarga ¹ hanya mrpkan gambaran dari masyarakat dimana individu/keluarga tinggal, tapi juga m’gambarkan subkultur-subkultur yg dgnnya keluarga m’identifikasi.
Mis : nilai-nilai klg dpt dipengaruhi o/ nilai-nilai klg dgn budaya yg berbeda-beda.
Perbedaan sistem nilai antara klie & profesional dlm perawatan keluarga memungkinkan terjadinya konflik nilai (Lauver, 1980).
Mis : klien & perawat tjd konflik nilai seperti g klien > percaya dukun dari pada RS atau lagi sakit ¹ boleh mandi tapi dlm perawatan harus mandi.
Variabel utama yg m’pengaruhi sistem nilai keluarga :
1)       Kls sosial g beda kaya & miskin.
2)       Warisan budaya klg, tingkat akulturasi budaya dominan & latar belakang agama.
3)       Perbedaan generasi.
Mis :
4  Nilai ortu g dlm berbicara anak hrs diam.
4  Nilai anak skrg g mau ikut dlm pembicaraan.

FUNGSI AFEKTIF
By. Novayanti 09/01/03

]  Fungsi afektif berhub dgn fungsi internal klg-perlindungan & dukungan psikososial bagi para anggotanya.
]  Klg melakukan tugas yg menunjang tumbang yg sehat bagi anggotanya dgn memenuhi kebutuhan sosial & ekonominya.
]  Terjadi sepanjang masa.

v  Komponen fungsi yg afektif
4  Memelihara saling asuh.
4  P’{ hubungan yg akrab.
4  Keseimbangan yg saling m’hormati.
4  Pertahanan & identifikasi.
4  Keterpisahan & keterpaduan.
4  Pola kebutuhan respon.
4  Peran theraupetik.
v  Kebutuhan sosial emosional anggota keluarga.
4  Mencintai u/ kebutuhan diri sendiri.
4  Keseimbangan antara dukungan & saling ketergantungan.
4  Keseimbangan antara kebebasan & pengendalian.
4  Ketersediaan model peran yg cocok.
v  Masalah keperawatan fungsi afektif.
4  Gangguan proses keluarga.
4  Gangguan mjd orang tua.
4  Potensial gangguan mjd orang tua.
4  Berkabung yg disfungsional.
4  Koping keluarga yg ¹ efektif, lemah.
4  Koping keluarga yg ¹ efektif, ¹ mampu.
4  Potensial terjadi kekerasan.

FUNGSI SOSIALISASI
]  Sosialisasi b’langsung seumur hidup h individu scr kontinyu berubah perilaku menerima sbg respon terhadap situasi yg terpola scr sosial yg mereka alami.
]  Dalam terminologi pera :
Proses p’{ atau p’ubahan yg dialami o/ seseorang individu sbg hasil dari interaksi sisial.
Keberhasilan sosial



Evaluasi hasil-hasil, membesarkan anak yaitu pd kemampuan adaptasi anak
 
 





ò
standar yg berhub dgn usia yg berhub dgn sosialisasi.
v  Masalah keperawatan fungsi sosialisasi.
4  Perubahan proses keluarga.
4  Perilaku mencari pertolongan kesehatan.
4  Kurangnya pengetahuan.
4  Konflik peran orang tua.
4  Perubahan menjadi orang tua.
4  Potensial perubahan menjadi orang tua.
v  Hasil-hasil yg mungkin dari masalah sosialisasi
4  Perubahan pertumbuhan & perkembangan.
4  Perubahan pemeliharaan kesehatan.
4  Kurangnya perawatan diri.
4  Harga diri rendah.
4  Kurang pengetahuan.
4  Isolasi sosial.
4  Gangguan interaksi sosial.
4  Potensial terhadap tindakan kekerasan.



Thanks “Amanat”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar